Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
Peristiwa
7 jam yang lalu
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
2
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
Umum
21 jam yang lalu
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
3
Jadi Presiden KMLI, Atta Halilintar: Terima Kasih Babeh Bamsoet
Umum
23 jam yang lalu
Jadi Presiden KMLI, Atta Halilintar: Terima Kasih Babeh Bamsoet
4
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
5
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
6
Hadapi Piala Menpora 2021, Persija Latihan Perdana di Sawangan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hadapi Piala Menpora 2021, Persija Latihan Perdana di Sawangan
Home  /  Berita  /  Politik

Tingkat Elektoral Partai Nasdem Mulai Tempel PDI Perjuangan dan Golkar

Tingkat Elektoral Partai Nasdem Mulai Tempel PDI Perjuangan dan Golkar
Ilustrasi parpol. (Foto: Internet)
Jum'at, 12 Februari 2021 15:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dari hasil survei Lembaga Penilitian Masyarakat Milenial (LPMM) Partai NasDem menduduki peringkat ketiga tingkat elektoral pilihan responden.

Dimana peringkat pertama diraih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan diurutan kedua ditrmpati Partai Golkar.

Survei ini mengambil sample sebanyak 1.324 Responden yang mewakili Warga Negara Indonesia. Sampel dipilih secara acak dari populasi pemilih yang berusia 17 tahun ke atas/sudah menikah dan yang sudah memiliki Hak Pilih jika diadakan Pemilu.

Ads

"Survei ini memiliki margin of error +/-2.7% dengan tingkat Kepercayaan 95 %. Survei dilakukan dengan media saluran telepon untuk mengambil data survei dari 1324 oleh Surveyor yang terlatih, penentuan responden mengunakan metode 'Home Location Register'," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Masyarakat Millenial, Daniel Safnat Paaneah, melalui siaran pers yang diterima GoNews.co, Jumat (11/2/2021).

Survei tersebut kata Dia, dilakukan di 420 Kab/Kota di Indonesia sejak tanggal 5 -16 Januari 2021.

Hasil Survei terkait pilihan politik di pemilu sebanyak 72,6 % Masyarakat tidak akan memilih lagi Partai politik yang kadernya melakukan tindak pidana korupsi, dimana sebanyak 20,8 % akan mempertimbangkan untuk memilih dan 6,6 % tidak menjawab.

"Ketika responden ditanyakan terkait Partai Politik manakah yang akan dipilih jika pemilu di gelar hari ini, pilihan secara spontan /terbuka. Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat akan tetap memilih PDIP di pemilu 2024 dengan jumlah responden sebanayk 17,3 persen," tandasnya.

Untuk posisi kedua, 16,7 responden mengaku akan memilih Partai Golkar. Seementara NasDem yang menduduki peringkat ketiga, dipilih sekitar 8.90 responden.

"Posisi NasDem kemungkinan bisa kembali naik seiring dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para elite NasDem yang dua tahun belakangan tidak masuk dalam kasus korupsi," urainya.

Selanjutnya kata Dia, Demokrat yang baru-baru ini diguncang isu kudeta, dipercaya masyarakat sekitar 8,70 persen atau menduduki posisi keempat. Kemudian disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipilih sekitar 7,30 % responden.

Peringkat selanjutnya adalah PKS dengan 5,20%, Gerindra 5,10%, kemudian PAN 3,60 % dan PPP 3,10 %. Sisanya 9,30% memilih parpol lain dan 14,8 % tidak memilih.

"Namun hasil sedikit berbeda ketika responden ditanyakan terkait partai politik mana yang akan dipilih jika pemilu di gelar hari ini, namun dalam survei ini respoden diberikan nama-nama parpol. Hasil survei menunjukkan 20,4 % responden akan memilih PDI-Perjuangan, 19,7% memilih Partai Golkar, 9,10 % memilih Nasdem, 8,80 % memilih partai Demokrat dan 7,30 % memilih PKB," tandasnya.

Semantara PKS diurutan 6 ditempati PKS dengan jumlah responden 5,50% memilih disusul Gerindra,5,30%, PAN, 3,80 %, PPP dipilih 3,30 % dan 5,90% memilih parpol lain sementara 10,40 % mengaku tidak memilih.***

wwwwww