Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
Peristiwa
8 jam yang lalu
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
2
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
Umum
22 jam yang lalu
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
3
Jadi Presiden KMLI, Atta Halilintar: Terima Kasih Babeh Bamsoet
Umum
23 jam yang lalu
Jadi Presiden KMLI, Atta Halilintar: Terima Kasih Babeh Bamsoet
4
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
5
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
6
Hadapi Piala Menpora 2021, Persija Latihan Perdana di Sawangan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hadapi Piala Menpora 2021, Persija Latihan Perdana di Sawangan
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Kritik Anis Tak Becus Atasi Banjir, Giring PSI Disentil Pasha 'Ungu'

Kritik Anis Tak Becus Atasi Banjir, Giring PSI Disentil Pasha Ungu
Ilustrasi Giring dan Pasha. (Foto: Istimewa)
Senin, 22 Februari 2021 13:48 WIB
JAKARTA - Kritik Giring Ganesha terkait cara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menangani banjir ditangkal oleh Sigit Purnomo Said atau Pasha 'Ungu'. Pasha cenderung membela Anies Baswedan yang dikritik tak mampu mengelola Jakarta dengan baik.

Awalnya, Giring PSI menanggapi pernyataan Anies yang mengatakan bahwa banjir di Jakarta merupaka dampak air kiriman dari Depok. Anies juga mengatakan banjir di Jakarta merupakan imbas dari curah hujan yang tinggi.

Menjawab hal itu, Giring mengatakan saat banjir di Jakarta beberapa hari lalu, status pintu air di Bogor dan Depok justru normal. "Mas Gubernur @aniesbaswedan jangan cuma melempar kesalahan pada curah hujan dan banjir kiriman. Pada banjir kemarin, status pintu air di Bogor dan Depok normal. Artinya banjir terjadi karena Mas Gubernur Anies tidak punya rencana dan cara yang jelas untuk mengatasinya," kata Giring melalui akun Instagramnya yang terverifikasi.

Ads

Giring berpendapat, selama 3 tahun ini Anies Baswedan tak serius menangani permasalahan banjir di Jakarta. "Selama tiga tahun terakhir Mas Anies tidak pernah serius mengatasi banjir selain itu Mas Anies terbukti tidak punya kapabilitas mengelola Jakarta. Naturalisasi sungai yang selalu digembar-gemborkan Mas Anies terbukti cuma konsep di atas kertas, tidak dikerjakan di lapangan, sementara normalisasi sungai dihapuskan," tulis Giring.

Pun ketika memasuki musim hujan, kata Giring, Anies juga tak melakukan pengerukan sungai. "Selain itu, menjelang musim hujan, tidak terlihat ada upaya untuk mengeruk sungai, membersihkan saluran air, dan mengecek pompa. Ketika tindakan-tindakan itu tidak dilakukan, mustahil Jakarta bebas dari banjir. Padahal anggaran DKI Jakarta lebih dari cukup untuk membiayai itu semua," kata Giring.

Giring juiga menyebut anggaran DKI Jakarta digunakan untuk program lain. "Anggaran Jakarta diboroskan untuk hal-hal tak perlu. Lihat saja, untuk pembayaran uang muka Formula E, mempercantik JPO, atau mengecat genting-genting rumah warga. Dari sini, Gubernur Anies terlihat tidak mampu menyusun prioritas. Kebutuhan mendesak dinomorduakan, hal-hal bersifat kosmetik justru didahulukan," kata Giring.

Pasha pun menanggapi kritik Giring terhadap Anies Baswedan. Pasha menyoal pendapat Giring terhadap kapabilitas Anies Baswedan dalam menangani banjir di Jakarta. "Judgement bro ketum terkait kapabilitas paK gub @aniesbaswedan yang bro anggap tidak mampu mengelola Jakarta saya kira terlalu naif dan kerdil, mengelola Jakarta tidak semudah bro mengkritik di medsos," kata Pasha.

Pasha mengatakan Pemprov DKI Jakarta perlu memberika ekstra perhatian untuk mengatasi banjir di Jakarta. "Bahwa Pemda DKI Jakarta perlu memberikan ekstra perhatian khusus terkait program penanganan banjir berikut how to solve the problem kita sepakat, bahkan bila perlu ada tim satgas banjir yg dibentuk dalam mengantisipasi kejadian banjir yang terus berulang hampir setiap tahunnya," tulisnya.

Menurut Pasha selama ini pemerintah bekerja sesuai dengan prinsip kebutuhan. "Pemerintah bekerja berdasarkan prinsip kebutuhan yang di laksanakan by sistem,by regulasi dan anggaran yang sudah di poskan di setiap opd2 terkait," kata Pasha.

Pasha menyarankan agar anggota DPRD DKI Jakarta kembali membuka blue print di zaman Belanda."Saran bagi saudara-saudaraku yang duduk di DPRD DKI Jakarta termasuk kader partai #PAN yang duduk di parlemen DKI untuk buka kembali blue print perencanaan pembangunan ibukota Jakarta sejak zaman Belanda yang mana saya yakin semuanya sudah tertuang didalamnya termasuk jawaban persoalan bagaimana agar Jakarta tidak ‘lagi’ banjir," kata Pasha.

Pasha menekankan kata kapabilitas yang diutarakan Giring untuk Anies Baswedan menjadi bias. "Kata kapabilitas yg bro sampaikan ini sangat ‘bias’ dan tidak tepat sebab persoalan Jakarta tidak hanya banjir, hari ini ada pandemi,ada persoalan kemiskinan baru dampak dari pandemi ada persoalan pemulihan ekonomi ada persoalan pembangunan juga pembenahan serta dekorasi kota yang jg tidak bisa ditinggalkalkan begitu saja, semua harus diselesaikan setidaknya secara linier/paralel," jelasnya.

Pasha tak setuju bila kapabilitas Anies dalam menangani banjir disamaratakan dengan kinerjanya yang lain. "Kalau kemudian persoalan banjir melahirkan pendapat terkait kapabilitas secara menyeluruh saya pribadi tidak sepakat, selaku pemimpin partai di Republik ini sejatinya saudaraku giring harus lebih bijak melihat situasi bangsa kita yang sedang sakit dan sulit. Setidaknya narasi yang dibangun harusnya menenangkan tidak ‘meresahkan’ apalagi sampai ke persoalan penilaian ketidakmampuan seseorang. Bukankah bro giring pun tidak dalam kapasitas menilai seperti itu? Apakah bro giring sudah pernah teruji mengelola sebuah kota/daerah atau bahkan kelurahan? Mohon maaf kalau saya keliru berpendapat bro ketum. Salam millenial! hidup PSI! salam hormat saya -pasha- ketua DPP PAN," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta
wwwwww