Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
Sepakbola
18 jam yang lalu
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
2
'Database' TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
Peristiwa
17 jam yang lalu
Database TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
3
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
Olahraga
9 jam yang lalu
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
4
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
Ekonomi
17 jam yang lalu
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
5
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
Sepakbola
17 jam yang lalu
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
6
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Olahraga
15 jam yang lalu
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Saat Tiba di Indonesia 122 WNA Positif Covid, Lestari Moerdijat Minta Pemerintah Waspada

Saat Tiba di Indonesia 122 WNA Positif Covid, Lestari Moerdijat Minta Pemerintah Waspada
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (foto: Istimewa)
Selasa, 23 Februari 2021 14:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan testing Covid-19 di pintu-pintu masuk antarnegara untuk mencegah penyebaran virus Corona dari negara lain. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/2/2021).

"Berita yang menyebutkan ribuan orang tiba di Indonesia positif Covid-19 harus menjadi peringatan bagi kita bersama, disiplin menerapkan testing Covid-19 di bandara dan pelabuhan laut, serta pintu-pintu masuk di perbatasan antarnegara harus terus ditingkatkan," ujarnya. 

Data Satgas Covid-19 pada 28 Desember 2020 hingga 18 Februari 2021 mencatat 1.092 WNI dan 122 WNA terkonfirmasi positif corona saat tiba di Indonesia, meski memegang surat keterangan bebas Covid-19 dari negara asalnya.

Ads

Menurut Lestari, di tengah merebaknya kabar penyebaran Covid-19 jenis baru di sejumlah negara, temuan ribuan surat keterangan bebas Covid-19 yang tidak valid dari para pendatang dari luar negeri itu harus direspons dengan langkah yang serius.

Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, di dalam negeri saat ini kita belum sepenuhnya bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mengatakan, sikap kehati-hatian dalam pencegahan penyebaran virus corona di tanah air saat ini sangat diperlukan.

"Saya sangat mengapresiasi sikap pemerintah yang memangkas jadwal cuti bersama 2021 dari sebelumnya tujuh hari menjadi hanya dua hari saja, tentu cara ini adalah bagian dari langkagh pemerintah untuk mencegah pergerakan masyarakat yang berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19," tandasnya.

Segenap lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan, menurut Rerie, harus memiliki pemahaman dan semangat yang sama dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

"Jangan sekali-kali lengah dan mengendorkan konsentrasi kita dalam upaya melawan virus korona, karena bila lengah Covid-19 akan semakin mengancam orang-orang di sekitar kita," ujar Rerie.

Semangat saling peduli dan gotong-royong antarmasyarakat di lingkungan tempat tinggal kita, menurut Rerie, sangat diharapkan agar upaya peningkatan testing, tracing dan treatment (3T) dalam pengendalian Covid-19, yang dicanangkan para pemangku kepentingan bisa berjalan dengan baik.

"Disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan sangat diperlukan, agar menjadi norma dalam keseharian masyarakat," pungkasnya.***

wwwwww