Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Soal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Status Indonesia Ditingkatkan

Soal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Status Indonesia Ditingkatkan
Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari. (Dok: NOC Indonesia)
Jum'at, 26 Februari 2021 18:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -  Upaya Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 mengalami kemajuan. Ini merupakan hasil kerja keras dari  Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari yang terus melakukan dialog dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait persiapan mengikuti bidding tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kami sudah menerima surat dari IOC yang isinya menjelaskan bahwa semua proses yang Indonesia lakukan sudah diterima dengan baik, bahkan statusnya ditingkatkan menjadi continuous dialogue (pembahasan lebih lanjut),” kata pria yang akrab disapa Okto di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (26/2/2021).

"IOC dalam waktu dekat akan kirim orangnya ke Indonesia dan akan sama-sama bekerja dengan kita untuk melakukan persiapan untuk bidding Olimpiade 2032,” tambahnya.

Terkait Brisbane, Australia yang dipilih menjadi mitra pilihan untuk melakukan pembicaraan dengan IOC, Okto mengatakan status Indonesia yang continuous dialogue memang satu level di bawah Brisbane. Namun Indonesia masih punya cukup waktu untuk mengejar.

“Kita pas berada di belakang Brisbane. Kita masih ada waktu untuk mengejar. Jadi kita dalam racing mode karena IOC juga belum berkunjung langsung,” ucapnya seperti dilansir Antara.

KOI sebelumnya telah melakukan pertemuan virtual bersama Komisi Future Host IOC membahas kelayakan Jakarta menjadi tuan rumah Olimpiade. Jakarta diajukan karena memiliki kawasan penunjang di sekitarnya, termasuk telah terbukti sebagai bagian penting kesuksesan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Okto menyebut pemaparannya itu berhasil meyakinkan IOC meski ada beberapa catatan. Dia yakin Indonesia punya peluang besar terpilih menjadi tuan rumah karena itu akan menjadi yang pertama kalinya pesta olahraga empat tahunan itu digelar di kawasan Asia Tenggara. ***

wwwwww