Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Penataan Hutan Harusnya Sentuh Kesejahteraan Masyarakat

Penataan Hutan Harusnya Sentuh Kesejahteraan Masyarakat
Ilustrasi hutan. (Foto: Istimewa)
Senin, 01 Maret 2021 15:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Penataan hutan yang dilakukan pemerintah, turut dikawal Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia berharap program yang dijalankan di kawasan hutan bisa turut menyentuh kesejahteraan masyarakat.

Menurut LaNyalla, penataan area perhutanan sosial harus menargetkan tercapainya kesejahteraan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar hutan.

"Jika perlu, penataan tersebut turut melibatkan masyarakat. Lakukan pemberdayaan, sehingga masyarakat mendapatkan legalitas dalam penggunaan lahan. Dan mereka juga jadi memiliki tanggung jawab untuk menjaga hutan," tuturnya, Senin (1/3/2021).

Program penataan ini dilakukan di berbagai area hutan di Tanah Air. "Selain hutan Jambi, pemerintah pun menetapkan hutan di Desa Burno, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi lokasi pilot project model pengembangan wilayah terpadu dengan basis hutan sosial dan LHK sebagai leading sektor. Kita berharap program ini berjalan baik dan bisa terus dikembangkan," katanya.

Program yang dijalankan antara lain Program Agrosilvopastura berupa integrasi agroforestry dan ternak, kedua, program agro industri, ketiga, program ekowisata dalam satu sistem wisata yang mencakup wisata lokal, seperti lokal Siti Sundari, Ranu Pani, Agrosari, dan Glagaharum.

"Selain itu, ada juga program pemulihan ekosistem kawasan danau Ranu Pani berbasis agrikultur, serta pemberian akses hutan sosial, redistribusi lahan, dan penataan pemukiman di kawasan hutan," terangnya.

Senator asal Jawa Timur ini menilai program ini akan tercapai dengan melibatkan semua pihak. "Agar sukses, program ini tidak dapat dijalankan sendiri-sendiri. Pemerintah dan kelompok-kelompok pekebun serta aktivis kehutanan serta pihak-pihak lain perlu bekerja sama dan terintegrasi," tutur pria yang pernah menjabat Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu.***

wwwwww