Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
7 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
23 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Politik

Pengalaman Pengendalian Covid-19 harus Dijadikan Dasar Perkuat Sistem Kesehatan Nasional

Pengalaman Pengendalian Covid-19 harus Dijadikan Dasar Perkuat Sistem Kesehatan Nasional
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Selasa, 02 Maret 2021 15:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengalaman satu tahun penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia harus dijadikan dasar untuk memperkuat dan mensinergikan sistem kesehatan nasional untuk mengantisipasi kondisi serupa di masa datang.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi GoNews.co, Selasa (4/3/2021). "Dalam satu tahun ini setiap negara di dunia, termasuk Indonesia, dipaksa untuk melakukan banyak penyesuaian di berbagai bidang, demi mengendalikan penyebaran Covid-19," kata Lestari

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, penyesuaian yang harus disegerakan agar penyebaran Covid-19 di tanah air segera terkendali adalah dalam bentuk penguatan dan sinergitas sistem kesehatan nasional.

"Dengan adanya pandemi Covid-19, kita baru sadar kalau membutuhkan sistem kesehatan skala nasional yang mampu menangani pandemi, tanpa mengganggu layanan kesehatan yang sudah ada," tandasnya.

Menurut Rerie, tata kelola sistem kesehatan nasional yang adaptif terhadap peristiwa pandemi dan sejenisnya, harus segera ditetapkan agar tidak terjadi lagi kegagapan dalam menyikapi kejadian serupa di masa datang.

Selain itu, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan upaya menanamkan disiplin dalam pelaksanaan norma baru sesuai protokol kesehatan kepada masyarakat, harus terus dan konsisten dilakukan.

"Norma baru seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan, harus mewarnai perilaku masyarakat dalam keseharian agar terhindar dari paparan Covid-19," tukasnya.

Karena pada kenyataannya, ujar Rerie, satu tahun pengendalian Covid-19 berjalan di tanah air penularan virus korona terus terjadi. Bahkan Situs Worldometers, yang menjadi salah satu saksi perjalanan Covid-19 di dunia, termasuk Indonesia, mencatat per 1 Maret 2021 total 1.334.634 kasus covid-19 di Indonesia, dengan 36.166 kematian (2,7%) dan 1.142.703 kesembuhan (85,6%). Tampilan grafik kasus covid-19 di Indonesia pun masih menunjukkan tren naik.

Untuk menjawab kondisi itu, para pakar menyarankan peningkatan testing, tracing dan treatment (3T), agar pola penyebaran Covid-19 bisa lebih jelas, sehingga upaya pengendalian penyebarannya bisa lebih terarah.

"Pemerintah pun, sudah merilis kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, yang penerapan di daerah akan ditentukan oleh pemerintah daerah masing-masing," urainya.

Saat ini menurutnya, pemerintah sedang gencar melaksanakan program vaksinasi Covid-19 secara nasional dengan target sesegera mungkin menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat, sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.***

wwwwww