Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
9 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
9 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Soal Pencoretan dari Pelatnas, Deni: Saya Tak Pernah Dapat Surat Teguran

Soal Pencoretan dari Pelatnas, Deni: Saya Tak Pernah Dapat Surat Teguran
Selasa, 02 Maret 2021 20:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Lifter angkat besi Deni kembali buka suara. Peraih emas SEA Games Filipina 2019 ini mengaku dipecat dari pelatnas Olimpiade dengan alasan indisipliner tanpa mendapat surat teguran terlebih dulu. Bahkan, dia mengaku siap dikonforntasi dengan PB PABSI jika pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menginginkan.

"Terus terang, saya langsung dicoret dari pelatnas Olimpiade. Harusnya kan ada surat teguran terlebih dulu sebelum dikeluarkan surat pencoretan. Dan, saya siap dikonfrontasi dengan PB PABSI jika Kemenpora dan KOI menginginkannya. Bukan hanya itu, tapi saya akan menjelaskan permasahalannya secara detail," kata Deni yang dihubungi GoNews.co Group, Selasa (2/3/2021).

Penjelasan detail tersebut, kata Deni, menyangkut soal tudingan yang tidak benar dengan menyebutkan dirinya sudah tidak tinggal di mess pelatnas angkat besi yang berada Jln Kwini Jakarta Pusat sejak Januari 2020.

"Kalau bisa saya teriak kalau saya itu tidak tinggal di mess itu hanya 10 hari saja tetapi dibilang sejak Januari 2020. Itu keterangan dari sebelah pihak yang sengaja menjelekkan attitude saya dimana, Harusnya saya juga didengarkan keterangannya," tegasnya.

Menurut Deni, dirinya masih tinggal di mess pelatnas angkat besi pada tanggal 26 Februari 2020. Bahkan, dia masih mendapat tawaran untuk tinggal di mess lain dari Alamsyah yang ditolak penanggung jawab pelatnas, Joko Pramono.

"Makanya, saya sempat tinggal di salah satu apartemen karena saya memang butuh keluarga untuk menunjang prestasi. Baru 10 hari tinggal di apartemen sudah langsung keluar surat pencoretan. Surat pencoretan itu saya terima tanpa ada teguran," ungkapnya.

Berbicara soal permintaan maaf karena dinilai indisipliner, Deni mengaku sudah melakukannya. "Saya sudah meminta maaf tetapi memang saya sudah tidak disukai jadi tidak diterima permintaan maaf itu. Mungkin saya terlalu banyak komplain jadi saya tidak disukai," ungkapnya.

Meski Menpora Zainudin Amali mengembalikan persoalan ke PB PASI, Deni tetap berharap kerendahan hati dari pengambil kebijakan. "Saya masih tetap berharap kepada Ketua Umum PB PASI, pak Rosan P Roeslani. Ketua Umum KOI, pak Raja Sapta Oktohari dan pak Zainudin Amali untuk mendengarkan semua yang saya alami," tegasnya.

Motor miliknya disebut sebagai saksi dirinya masih berada di Pelatnas Februari 2020. 

Sebelumnya, Menpora mengatakan menyerahkan sepenuhnya permasalahan Deni yang ingin tampil di Olimpiade Tokyo 2021 kepada PB PABSI. "Semua keputusan tentang atlet kita serahkan kepada pimpinan cabang olahraga," kata Zainudin Amali saat menjawab pertanyaan GoNews. co tentang nasib lifter Deni.

Menurut Amali, pihaknya sudah mendapat laporan tentang masalah indisipliner lifter Deni yang dikeluarkan dari pelatnas Olimpiade. 'Data yang masuk kepada kami menyangkut prilaku yang indisipliner. Tentunya, pemerintah harus bisa memperhatikan keputusan cabor karena cabor yang mengetahui para atlet itu dalam kesehariannya," katanya.

"Yang kita harapkan selain berprestasi seorang atlet harus disiplin dan berprilaku baik, apalagi bagi para atlet senior yang wajib menjadi teladan buat para juniornya," tambahnya. ***

wwwwww