Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
19 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Data Penduduk Dinamis, Dukcapil Dorong Instansi Aktif Perbarui Data Program Vaksinasi, Bansos dan Prakerja

Data Penduduk Dinamis, Dukcapil Dorong Instansi Aktif Perbarui Data Program Vaksinasi, Bansos dan Prakerja
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah saat menunjukkan sistem data dukcapil di kantornya, di bilangan Jakarta Selatan. (foto: zul/www.gonews.co)
Sabtu, 06 Maret 2021 16:51 WIB
JAKARTA - Ditjen Dukcapil Kemendagri (Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri) mengungkapkan bahwa sebanyak 2.034.715 jiwa penduduk Indonesia telah melakukan perpindahan domisili selama kurun waktu November 2020 hingga Februari 2021. Pencatatan kepindahan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan membangun big data kependudukan.

Rilis Ditjen yang dikutip GoNews.co pada Sabtu (6/3/2021) merinci; perpindahan pada November 2020 sebanyak 508.069 jiwa; Desember 2020 sebanyak 529.382 jiwa; Januari 2021 sebanyak 498.213 jiwa, dan Februari 2021 sebanyak 499.051 jiwa.

"Pergerakan selama 4 bulan saja sudah lebih dari 2 juta penduduk pindah domisili. Belum lagi ditambah yang meninggal, yang lahir, yang berubah pekerjaan, dan lainnya. Dukcapil melakukan updating data setiap hari berdasarkan pelaporan dari penduduknya. Tidak ada instansi di Indonesia yang mengupdate data penduduk setiap hari kecuali Dukcapil Kemendagri," kata Dirjen (Direktur Jenderal) Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah.

Zudan mendorong agar pemerintah dalam menjalankan program vaksinasi, bansos (bantuan sosial), dan kartu Prakerja, untuk rutin meng-update data kependudukan dan disesuaikan dengan data Dukcapil.

Big Data Dukcapil, Zudan menjelaskan, tak hanya mencatat perpindahan secara real time tapi juga mencatat pergerakan angka kelahiran.

Pada November 2020, tercatat ada sebanyak 170.278 bayi lahir, 146.693 jiwa pada Desember 2020, 113.057 jiwa pada Januari 2021 dan 71.291 jiwa kelahiran pada Februari 2021. "Sehingga selama 4 bulan sejak Nopember 2020 hingga Februari 2021, jumlah pertambahan penduduk Indonesia sebanyak 501.319 jiwa,".

Bagi penduduk baru lahir, terang Zudan, Dinas Dukcapil setempat langsung membuatkan 3 dokumen kependudukan sekaligus yakni akta kelahiran, KIA (Kartu Identitas Anak) serta KK (Kartu Keluarga) baru lengkap dengan nama bayi.

Selain perpindahan dan kelahiran, Dukcapil juga memantau angka kematian penduduk Indonesia. Tercatat, sebanyak 355.332 jiwa penduduk Indonesia meninggal dunia sejak November 2020 hingga Februari 2021. Rinciannya, November 2020 sebanyak 87.161 jiwa, Desember 2020 sebanyak 86.503 jiwa, Januari 2021 sebanyak 88.625, dan Februari 2021 sebanyak 93.043 jiwa penduduk yang meninggal dunia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww