Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  MPR RI

Pemerintah Diminta Waspada Terhadap Pasar 'Gelap' Penjual Vaksin Covid-19

Pemerintah Diminta Waspada Terhadap Pasar Gelap Penjual Vaksin Covid-19
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Selasa, 09 Maret 2021 21:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kedatangan vaksin dengan merek yang berbeda dan maraknya pasar gelap vaksin Covid-19 harus diantsipasi dengan langkah yang tepat. Sistem kewaspadaan baku harus dijalankan untuk memperlancar proses vaksinasi Covid-19 secara nasional.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya yang diterima GoNews.co, Selasa (9/3/2021).

"Saya berharap ada sejumlah langkah yang bisa memastikan masyarakat mendapatkan vaksin yang aman dan tepat, di tengah maraknya pemberitaan pasar gelap vaksin Covid-19 di dunia," katanya.

Pakar keamanan dari perusahaan perangkat lunak Kaspersky, Dmitry Galov dalam siaran persnya, yang dikutip sejumlah media, menyebutkan telah menemukan vaksin Covid-19 dijual bebas di 'pasar gelap'.

Kaspersky memeriksa 15 pasar berbeda di jaringan Darknet (Bagian dari internet yang tidak terlihat oleh mesin pencari di internet) dan menemukan iklan untuk tiga merek vaksin Covid-19.

Menurut Lestari, informasi tersebut harus diantisipasi dengan langkah kewaspadaan dengan memastikan bahwa vaksin yang masuk ke Indonesia benar-benar bersumber dari produsen resmi, lewat tahapan baku yang telah ditetapkan.

Apalagi, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, pola pasokan vaksin Covid-19 di Indonesia disepakati bisa dilakukan oleh pemerintah dengan vaksin gratisnya dan pihak swasta dengan program vaksin gotong-royong.

"Saya berharap, pengadaan vaksin gotong-royong yang dilakukan pihak swasta benar-benar mewaspadai maraknya vaksin Covid-19 di pasar gelap," tegasnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, jangan sampai vaksin dari pasar gelap ini masuk ke wilayah Indonesia, karena bila aspek keamanan vaksin tidak terjamin, upaya vaksinasi yang dilakukan akan berisiko tinggi terhadap masyarakat.

Selain itu, menurut Rerie, pasokan vaksin dengan merek yang berbeda, juga harus diikuti penjelasan yang transparan terkait vaksin Covid-19 tersebut, agar masyarakat tidak ragu untuk menjalani program vaksinasi nasional.

Seperti diberitakan di sejumlah media, pada Senin (8/3) Indonesia mendapat pasokan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca sebanyak 1.11 juta dosis vaksin dengan total berat 4,1 ton.

AstraZeneca merupakan merek vaksin Covid-19 kedua yang tiba di Indonesia setelah vaksin produksi Sinovac, yang saat ini sudah didistribusikan ke masyarakat

"Informasi yang transparan antara lain seperti efek samping dan bahan baku produksi vaksin AstraZeneca, harus konsisten disosialisasikan kepada masyarakat luas oleh para pemangku kepentingan untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 nasional," pungkasnya.***

wwwwww