Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Non Olympic

KONI Pusat Gandeng LPDUK dan Jakpro Wujudkan Industri Olahraga

KONI Pusat Gandeng LPDUK dan Jakpro Wujudkan Industri Olahraga
Acara penandatanganan Mou antara KONI Pusat, Jakpro dan LPDUK di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (15/3/2021).
Senin, 15 Maret 2021 15:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pemberian izin dari Polri untuk penyelenggaraan Turnamen Pramusim Piala Menpora dan Indonesia Basket League (IBL) 2021 di tengah pandemi Covid 19 memberikan dampak positif. Momen ini dijadikan KONI Pusat pimpinan Marciano Norman bersama dengan jajarannya menjadikan olahraga di Indonesia tidak hanya sekadar tontotan, tapi sudah harus menuju industri.

Untuk mewujudkan hal itu, KONI Pusat menggandeng Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenpora, yaitu Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) dan BUMD PT Jakarta Popertindo (Jakpro), pengelola venue Velodrome di Rawamangun. Ketiga lembaga tersebut sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tema "Sinergitas Pembangunan Indusrti Olahraga Nasional".

"Saya harapkan kerjasama seperti ini bisa jadi role model bagi daerah lain agar sinergitas industri olahraga berdampak pada olahraga nasional," kata Marciano usai meneken MoU di Jakarta International Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (15/3).

Setelah kerjasama ini, KONI Pusat berencana menyelenggarakan Kejuaraan Futsal KONI Pusat 2021 di Kompleks Velodrome. Ajang ini juga diharapkan sebagai permulaan industrialisasi olahraga di cabang futsal. 

Marciano berkeinginan, tahun ini event olahraga di semua cabang bisa menggeliat kembali karena menyangkut hajat hidup banyak orang.  "Berdiam diri bukanlah hal menguntungkan karena komunitas olahraga seperti atlet, para pelatih, mereka hidupnya dari olahraga. Kalau tidak ada kegiatan, prestasi juga turun, kesejahteraan juga turun yang tidak berdampak positif bagi semuanya," ungkap Marciano.

Plt Direktur LPDUK Firtian Judiswandarta mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan KONI Pusat dan Jakpro demi kemajuan prestasi olahraga di Tanah Air. "Kami sangat bangga dan ini awal dari kebangkitan olahraga Indonesia dengan sinergitas seluruh stakeholder," kata Firtian.

Dia menambahkan, LPDUK juga siap memberikan pelayanan kepada masyarakat atau stakeholder bagaimana untuk pengembangan olahraga, keberhasilan industrialisasi olahraga dan sport tourism yang nantinya akan digagas KONI. "Kita tahu, olahraga industri di Indonesia belum berkembang. Tapi ada peluang ke depan bahwa Indonesia bisa untuk itu. Jadi ini suatu kebanggaan buat kita dengan adanya kerjasama dengan KONI Pusat dan Jakpro," tambahnya.

Staf Ahli Bidang Hukum Kemenpora, Samsudin yang mewakili Menpora Zainudin Amali mendukung kolaborasi tiga lembaga tersebut. Pihaknya juga yakin MoU ini  akan memberikan keuntungan maksimal bagi semua yang terlibat di dalamnya.

Pihaknya menyarankan kerjasama tidak berhenti sampai di sini, tapi juga dapat dilakukan pada PON Papua yang akan digelar pada Oktober mendatang. Menurut Samsudin, LPDUK bisa masuk untuk membantu mencari dana sponsor demi lancarnya event di Papua. 

"Nanti dana yang terkumpul melalui LPDUK bisa untuk membuat suvenir, pernik-pernik atau pun logo-logo, yang bisa menghasilkan keuntungan baik dari tiket penonton, dan seterusnya. Nantinya akan ada pemasukan bagi negara dan KONI Pusat sebagai penyelenggaranya,” tandasnya.

Penandatanganan kerjasama dilakukan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Direktur PT Jakpro, Muhammad Taufiqurrachman, dan Plt Direktur LPDUK, Firtian Judiswandarta.

Hadir juga dalam acara penandatangan itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti, Wakil Walikota Jakarta Timur, Hendra Hidayat, Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Laksma (Purn) Djmahuron P Wibowo, dan Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga DKI Jakarta, Ahmad Firdaus. ***

wwwwww