Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Nasional

Legislator PKS Tolak Impor Garam

Legislator PKS Tolak Impor Garam
Ilustrasi petani garam lokal. (foto: ist./via bisnis.com)
Selasa, 16 Maret 2021 15:03 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IV fraksi PKS DPR RI (Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Johan Rosihan, menegaskan penolakannya atas rencana  impor 3,07 ton garam tahun 2021.

Mengutip nusadaily.com Selasa (16/3/2021), Johan mengatakan, rencana impor bukti nyata jika pemerintah tidak memiliki keberpihakan yang kuat untuk mengembangkan komoditas garam rakyat.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono dalam lansiran antaranews.com mengatakan, impor garam sudah diputuskan melalui rapat Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, red). Porsi impor hanya untuk memenuhi kekurangan pemenuhan kebutuhan garam nasional.

"Nanti misalnya kekurangannya berapa, itu baru bisa diimpor, kami menunggu itu. Karena itu sudah masuk dalam Undang-Undang Cipta Kerja," kata dia sebagaimana dikutip GoNews.co.

Cnnindonesia.com menulis, pemerintah memperkirakan kebutuhan garam nasional tahun lalu (2020, red) mencapai 4,5 juta ton, sedangkan produksi dalam negeri berkisar 3,5 juta ton.

Sementara itu, penjualan garam lokal dikabarkan merosot di tengah pandemi Covid-19. Di Pantai Dadapayam dan Sepanjang, Gunung Kidul, petani garam bahkan berhenti berproduksi, tidak hanya karena penjualan yang lesu, tapi mereka juga dihadapkan pada mesin pompa yang rusak, dan gangguan angin kencang.

Ketua Kelompok Petani Garam Dadap Makmur di Pantai Dadapayam, Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Triyono dalam lansiran bisnis.com pada 16 Maret 2021 mengatakan, kelompoknya tidak lagi memproduksi garam sejak satu tahun lalu.

"Sudah mulai diperbaiki dan kami targetkan pada awal April sudah bisa kembali beroperasi," ungkapnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww