Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
13 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis All England 2021

Presiden BWF Kirim Surat Permohonan Maaf

Presiden BWF Kirim Surat Permohonan Maaf
Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer Larsen. (Foto: Dok. Badminton Planet)
Senin, 22 Maret 2021 20:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Presiden Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), Poul-Erik Hoyer melayangkan surat resmi pernyataan permohonan maaf yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali tertanggal 21 Maret 2021. Permohonan maaf ini disampaikan sehubungan dengan penarikan Tim Nasional (Timnas) Bulutangkis Indonesia dari Turnamen Bulurangkis Beregu All England 2021.

Dalam surat itu, Poul Erick Hoyer menyampaikan rasa penyesalan dan kekecewaannya atas terjadinya situasi yang tdak menyenangkan yang terjadi pada minggu lalu saat berlangsungnya Turnamen Bulutangkis Beregu All England tahun 2021.

"Saya dengan penuh kesungguhan menyampaikan permohonan maaf atas perasaan sakit hati dan frustasi yang dialami oleh seluruh pemain dan Tim Indonesia. Atas nama seluruh jajaran BWF, saya menyampaikan permohonan ma'af ini kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Luar Negeri, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Para Pejabat Pemerintah, Ketua Umum PBSI dan Jajaran Pejabatnya, Rakyat Indonesia dan terutama seluruh komunitas dan penggemar bulutangkis di Indonesia," katanya.

BWF, katanya, menyadari sepenuhnya bahwa Indonesia merupakan salah satu raksasa bulutangkis dunia, dengan segudang pemain berbakat dan bintang-bintang juara bulutangkis dunia yang selalu muncul. BWF juga menyadari bahwa para pemain bulutangkis Indonesia telah menjadi icon nasional dan telah menjadi tumpuan harapan bangsa di tingkat internasional.

"Ketika saya masih bermain untuk Tim Nasional Denmark, saya sangat merasakan hubungan keakraban yang saling menguntungkan dengan para pemamn dan pelatih Tim Indonesia. Saya juga telah menyaksikan Asian Games tahun 2018, dan turut merasa bangga menyaksikan suksesnya penyelenggaraan sehingga menjadi event yang sangat luar biasa Percaya dan yakinlah pada saya, bahwa saya sungguh-sungguh mencintai Indonesia," ujarnya.

Sebagai Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer memberitahukan bahwa BWF telah menganggap insiden tersebut sebagai suatu pelajaran berharga yang sangat serius di saat dunia sedang dilanda Covid 19.

"Kami berusaha keras untuk membuat perbaikan. Untuk selanjutnya, kami percaya bahwasanya hubungan luar biasa yang sudah terbina sangat lama antara Indonesia dengan BWF akan tetap harmonis dan bahkan akan lebih kuat di masa mendatang," tutupnya. ***

wwwwww