Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
5 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
2
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
3
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
21 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Sepakbola
24 jam yang lalu
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Adaptasi Perkembangan Teknologi, Zudan Minta Aparat Dukcapil Katakan 'Bye-bye' Zona Nyaman

Adaptasi Perkembangan Teknologi, Zudan Minta Aparat Dukcapil Katakan Bye-bye Zona Nyaman
Teknologi data Ditjen Dukcapil Kemendagri. (foto: dok. gonews.co)
Selasa, 30 Maret 2021 19:20 WIB
JAKARTA - Dirjen Dukcapil Kemendagri (Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri), Zudan Arif Fakrullah, meminta Dinas Dukcapil yang capaian kinerjanya belum optimal untuk berbenah dan katakan bye-bye pada 'zona nyaman'.

Dalam Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil) di Jakarta, Selasa (30/3/2021), Zudan mengungkapkan, "Ada kabupaten dengan penduduk yang sangat besar kinerjanya bagus sekali. Namun ada provinsi penduduknya kecil namun kinerja sangat biasa saja,".

"Nah, bagi yang seperti ini Kadisnya tidak boleh malu-malu bertanya dengan kadis yang lebih baik kinerjanya," kata Zudan dikutip GoNews.co dari pernyataan resminya.

Zudan menjelaskan, Dukcapil di seluruh daerah harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, dan itu pula yang dilakukan Ditjen Dukcapil dalam 10 tahun terakhir dimana transformasi peningkatan pelayanan administrasi kependudukan untuk masyarakat telah mengikuti lompatan teknologi yang luar biasa.

Dalam Rakornas tersebut, Zudan juga mengungkapkan, layanan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) online, akan mulai diterapkan tahun ini. "Minimal 50 kabupaten/kota menjadi pilot project," kata Zudan.

Selain itu, Dukcapil juga menginisiasi identitas digital berupa QR Code yang berisi informasi identitas penduduk dan dapat disimpan di berbagai perangkat.

"Ke depan, kita akan lebih mengutamakan identitas digital karena tidak akan ada lagi masalah KTP-el hilang atau rusak sebab bisa disimpan di berbagai perangkat, kecuali terdapat pemutakhiran dan perubahan elemen data," jelas Zudan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Pemerintahan, Umum
wwwwww