Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

MPaparan Prokes Tidak Jelas, Kemenpora Tunda Keluarkan Rekom Pertandingan Tinju WBC di Jakarta

MPaparan Prokes Tidak Jelas, Kemenpora Tunda Keluarkan Rekom Pertandingan Tinju WBC di Jakarta
Seskemenpora Gatot S Dewa Broto. (Foto: Istimewa)
Selasa, 30 Maret 2021 22:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Petinju Indonesia, Tibo Monabesa akan memperebutkan gelar lowong sabuk WBC menghadapi Toto Landero asal Filipina dikelas terbang ringan 48.9 Kg. Duel tersebut rencananya akan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta pada 10 April mendatang.

Seperti diketahui, segenap gelaran olahraga yang dihelat di Indonesia, terlebih dulu harus sesuai dengan protokol kesehatan untuk mendapatkan rekomendasi dan izin keramaian dari Kepolisian RI, Satgas Covid-19 dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Guna mendapat izin dan rokemendasi tersebut, Kemenpora pun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengkajian Pemberian Rekomendasi Pengajuan Izin Keramaian yang dipimpin oleh Seskemenpora Gatot S Dewa Broto bersama promotor, Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Komite Eksekutif KOI, Satgas Covid-19, Kepolisian RI, di Auditorium Wisma Menpora, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Pasca rakor, Seskemenpora Gatot mengatakan jika dipertemuan kajian pertama untuk gelaran tinju ini, pihaknya terpaksa menunda pemberian rekomendasinya, lantaran paparan yang diajukan oleh penyelenggara terkait prokes belum memenuhi standar, sehingga ia meminta untuk diagendakan pada kesempatan selanjutnya.

Penundaan itu bukannya tanpa alasan. Seskemenpora Gatot memberikan contoh pemberian rekomendasi di masa pandemi Covid-19 ini, seperti sepakbola, basket dan futsal. Pria kelahiran Yogyakarta itu berharap promotor dan Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) bisa mengambil langkah seperti cabor tersebut.

Tanpa mengurangi rasa hormat, tanpa mengurangi dukungan pada olahraga tinju ini, saya terpaksa meminta dijadwalkan ulang. Diawal pengantar, materinya terlalu umum, paparannya kurang jelas. Lokasi penyelenggaraan seperti apa, swabnya bagaimana, ini sama sekali blank," ucap Seskemenpora Gatot.

"Harapan kami, saya kasih waktu seminggu lagi, jika sudah nanti bertemu lagi. Prinsipnya kami juga akan membantu termasuk mengirimkan surat dari promotor ke imigrasi dan KBRI di Manila. Tanggalnya juga berubah dari awalnya tanggal 2 berubah menjadi tanggal 10 April 2021," kata Sesmenpora.

Sementara itu, Ketua Umum ATI Manahan Situmorang mengatakan bahwa kajian dari Kemenpora memintanya agar dapat lebih berhati-hati dalam mengelola penyelenggaraan tinju yang melibatkan orang banyak dan mendatangkan orang dari luar negeri, agar tidak menimbulkan cluster baru perkembangan Covid-19 di Indonesia.

"Jadi harus lebih hati-hati, terutama menyangkut Covid-19 ini. Karena, kita semua wajib bertanggungjawab. Kita setuju dengan Kemenpora agar bisa menekan pandemi ini tetapi olahraga bisa tetap jalan," katanya.

"Prinsipnya pemerintah, Kemenpora dalam hal ini maupun kepolisian dan Satgas Covid-19 mereka sangat mendukung tetapi harus hati-hati. Itu saja intinya. Bagaimana mengamankan agar tidak menjadi cluster baru," tambahnya.

Promotor Tinju Armin Tan mengakui kekurangan yang dialaminya untuk mempertemukan Tibo Monabesa vs Toto Landero ini. "Kita sih banyak sekali kurangnya ya. Karena kurangnya pengetahuan kita dalam penyelenggaraan pertandingan di tengah pendemi Covid-19 ini," ujarnya.

"Tadinya saya hier manajer project untuk ini. Tetapi, seiring berjalannya waktu ternyata banyak sekali kekurangannya. Raport kita merah, pantas saja pihak dari Satgas Covid, dari Polri dan Kemenpora belum mengeluarkan izin saat ini. Saya akan bekerja keras agar acara ini bisa berlangsung," kata Armin Tan menambahkan.***

wwwwww