Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Nasional

Masyarakat Diminta Terlibat di RUU Praktik Psikologi dan Laporkan Malpraktik

Masyarakat Diminta Terlibat di RUU Praktik Psikologi dan Laporkan Malpraktik
Wakil Ketua Komisi X DPR RI/Ketua Panja RUU Praktik Psikologi/Waketum DPP Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian dalam suatu kesempatan rapat di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. (foto: ist.)
Rabu, 31 Maret 2021 14:21 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) sekaligus Ketua Panja (panitia kerja) Penyusunan RUU Praktik Psikologi, Hetifah Sjaifudian, meminta masukan dari masyarakat agar RUU tersebut sesuai dengan perkembangan zaman termasuk mengakomodir istilah-istilah krusial terkini.

Dalam pernyataan resmi yang diterima GoNews.co pada Rabu (31/3/2021), Hetifah juga memohon pada masyarakat agar melaporkan temuan malpraktik di dunia psikologi.

"UU ini akan menjadi payung hukum yang melindungi profesi psikologi dan masyarakat di masa depan. Kami memohon masukan dari masyarakat," kata Hetifah.

Sebelumnya, DPR telah menggelar RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) dengan beberapa organisasi profesi psikologi guna membahas substansi terkait RUU psikologi yang sedang disusun, Selasa (30/3/2021). Hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari APPI (Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia), APSI (Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia), IPK (Ikatan Psikologi Klinis Indonesia), dan Apsifor (Asosiasi Psikologi Forensik) Indonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Kriminal, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww