Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Teror Mabes, Fahri Hamzah: Jangan Campur Adukkan Ruang Agama dengan Negara

Teror Mabes, Fahri Hamzah: Jangan Campur Adukkan Ruang Agama dengan Negara
Fahri Hamzah dalam acara diskusi Dialektika DPR RI bertajuk 'Lawan Geliat Radikal-Terorisme di Tanah Air', di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (1/4/2021).
Kamis, 01 April 2021 17:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan bahwa yang diperlukan saat ini adalah keberanian para wakil dewan untuk mengajukan pertanyaan mendalam untuk mengungkap setiap rangkaian tindak pidana terorisme yang ada di Indonesia.

Sebab, Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini, anggota dewan memiliki hak imunitas dan bertanya karena ada keinginan agar dewan memberikan pertanyaan sedalam dan seluas-luasnya tanpa takut bisa dituduh bagian dari terorisme itu.

"Karena kalau kita ini (publik) kan ada kemungkinan, kalau kita tidak pro kepada jalan dari para penyelenggara negara, lalu kita mengajukan satu sikap kritis, bisa-bisa kita karena masalah, dianggap menjadi bagian, misalnya istilah mempengaruhi,"kata Fahri dalam acara diskusi Dialektika DPR RI bertajuk 'Lawan Geliat Radikal-Terorisme di Tanah Air', di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (1/4/2021).

Dalam kesempatannya itu, Fahri juga mengkritisi ikhwal pernyataan Presiden Jokowi yang meminta agar tindakan terorisme yang terjadi di Gereja Katedral di Makassar tidak dikaitkan dengan agama.

Pernyataan itu, sambung dia, sangat kontraproduktif dengan apa yang terjadi di lapangan. "Faktanya pakai jilbab, pakai cadar teriak Allahuakbar, apalagi kemudian yang di bom gereja, nama grupnya Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan lain-lain lah, terus presiden mengatakan jangan hubungan dengan agama, mana bisa," tandasnya.

Masih dikatakan Fahri, dirinya mengajak pemerintah untuk membangun pola pikir antara agama dan negara yang semestinya tidak dicampur adukan.

"Karena kalau dua hal ini dicampur maka persoalan ini tidak akan pernah selesai. Negara tidak mungkin dapat memperbaiki agama. Sebaliknya, agama dapat merefom negara atau membentuk negara," papar dia.

"Bila negara mengurusi ranah agama, maka negara akan kelelahan, kehabisan energi, itu sebabnya saya selalu meminta agar kita melihat hal ini dari dua perspektif, dimana ruang agama dan dimana ruang negara," tambahnya.

Oleh karena itu, kata Fahri, bila melihat aksi terorisme ini merupakan masalah agama, maka kembalikan ke agama, negara tidak bisa masuk dalam ranah ini.

"Tugas negara, berada di ruang negara, makannya kalau ada seorang perempuan masuk ke Mabes Polri bawa senjata, bobol, itu bukan soal agama, itu soal pengamanan," kata dia.

"Kalau kita pinter membagi tugas itu kita akan bisa menyelesaikannya. Sebab kalau ini dibikin kacau lebih jauh, ini kan pretensinya ka kita tidak mau menyelesaikan," pungkasnya.***

wwwwww