Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
6 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
2
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
3
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
22 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
9 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Kecepatan dan Ketepatan Target Penanganan Teroris, Indonesia harus Belajar dari New Zealand
Hukum
8 jam yang lalu
Kecepatan dan Ketepatan Target Penanganan Teroris, Indonesia harus Belajar dari New Zealand
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Vaksin Merah Putih Diuji Klinis Tahun Ini, Indonesia Siap Capai Kemandirian Vaksin

Vaksin Merah Putih Diuji Klinis Tahun Ini, Indonesia Siap Capai Kemandirian Vaksin
Ilustrasi penelitian genetika. (foto: ist./eijkman)
Sabtu, 03 April 2021 15:01 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan, saat ini penelitian dan pengembangan vaksin dengan platform yang cocok dengan pengembangan industri vaksin tengah dilakukan. Ini adalah upaya Indonesia untuk mencapai kemandirian vaksin.

"Rencana kemandirian di tahun depan, 2022," kata Wiku kepada GoNews.co, Sabtu (3/4/2021), saat ditanya target waktu yang ditetapkan untuk Indonesia mencapai kemandirian vaksin.

Dalam upaya mencapai kemandirian vaksin tersebut, Wiku menjelaskan, dibutuhkan beberapa hal diantaranya; 1) Kolaborasi antar lembaga penelitian agar proses RnD-nya tuntas, 2) Kolaborasi antar lembaga riset dengan industri, 3) Komitmen pendanaan RnD, investasi industri, dan pembelian vaksin oleh pemerintah.

Sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini, penyandang gelar profesor itu menyebut, Vaksin Merah Putih sebagai vaksin yang ditargetkan menopang kemandirian vaksin pada 2022.

Sebagai pengingat, Indonesia tergabung dengan negara-negara bersama WHO (World Health Organization) dalam visi maju merespons pandemi virus selain virus corona yang diprediksi akan muncul. WHO sendiri keras soal ketidakadilan distribusi vaksin di dunia.

"Kita tidak dapat melakukan hal-hal seperti yang telah kita lakukan sebelumnya dan mengharapkan hasil yang berbeda ... kita harus bertindak dengan berani," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari laman resmi PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa).

Di sisi lain, Indonesia juga mengoptimalkan diplomasi vaksin pasca mulai adanya embargo vaksin di mancanegara lantaran terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Kemunculan strain baru virus corona terpantau menjadi salah satu penyebab, dan strain tersebut sudah tiba di Indonesia pada Januari 2021.

Membangun Optimisme Indonesia

Terkait dengan kemandirian vaksin nasional, Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Subandrio menyatakan, dukungan pendanaan terhadap RnD (research and development) vaksin Merah Putih sudah dipenuhi oleh Kemenristek/BRIN. Bahkan, kata Amin kepada GoNews.co, Sabtu, "Kemenristek juga mendanai Universitas-Universitas yang melakukan riset vaksin,".

Sebagai lembaga yang menginisiasi penelitian vaksin Merah Putih ini, Eijkman juga menjalin kerjasama dengan industri sedari awal. Kata Amin, "Kami dari awal bekerjasama dengan Bio Farma (salah satu perusahaan BUMN bidang farmasi, red), termasuk pemilihan platform. Dari awal kami menyesuaikan,".

Amin mengungkapkan, secara teknis memang dapat diperkirakan bahwa vaksin Merah Putih bisa diproses izin guna daruratnya di sekitar Juni-Juli 2022, karena bibit vaksinnya sudah selesai pada Maret 2021 dan saat ini vaksin lokal itu dalam tahap transisi antara RnD dengan Industri. "Uji klinis akan dimulai pada kuartal ke-4 tahun ini, itu sekitar 8 bulan,".

Nantinya, berdasarkan info yang Ia dapat, vaksin Merah Putih akan diterima masyarakat secara gratis. "Yang pasti akan dibiayai oleh pemerintah. Sebagai vaksin pandemi, masyarakat tidak boleh dipungut bayaran,". Bahkan ketika ada swasta yang turut membeli vaksin Merah Putih, penyuntikannya kepada rakyat Indonesia seharusnya tetap gratis.

Amin tak menampik bahwa dunia termasuk Indonesia tengah menghadapi potensi ancaman strain baru virus corona dan potensi terjadinya pandemi selain pandemi virus corona. Ia menangkap pesan dari gerakan bersama yang dilakukan WHO bersama sejumlah negara termasuk Indonesia dalam merespons pandemi masa datang. Tapi, kata Amin, sebagaimana pernyataan WHO pula, memang terjadi penurunan efikasi vaksin di suatu negara tapi efikasi vaksin yang beredar sejauh ini masih memenuhi standar internasional. "Masih 50 persenan,".

"Adanya strain baru tidak serta merta menjadikan vaksin tidak efektif. Kalau mutasi virus secara signifikan menjadikan vaksin tidak efektif tentu akan kita sesuaikan," kata Amin.

Rakyat Indonesia patut berbangga karena vaksin Merah Putih adalah vaksin pertama yang menjadi karya Indonesia yang prosesnya dimulai dari nol. Jika di masa datang diperlukan penyesuaian vaksin untuk menghadapi situasi yang menjadi kekhawatiran dunia sebagaimana diberitakan, maka Indonesia bisa lebih cepat menghasilkan vaksin yang sesuai.

"Dan tidak selama (proses vaksin Merah Putih, red) ini. Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia bikin vaksin dari nol," kata Amin.

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kesehatan, Nasional, Pemerintahan
wwwwww