Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Turnamen Sepakbola Piala Menpora 2021

Kelengahan di Lini Pertahanan Penyebab Kegagalan Barito Kata Djanur

Kelengahan di Lini Pertahanan Penyebab Kegagalan Barito Kata Djanur
Minggu, 11 April 2021 10:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANG - Langkah Barito Putera terhenti di babak perempat final Piala Menpora 2021, usai menelan kekalahan 1-0 dari Persija Jakarta. Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman mengaku kelengahan di lini pertahanan timnya menjadi biang dari kekalahan.

Ditambah dengan cedera yang dialami pemain belakang mereka, Bagas Kaffa di awal laga yang membuatnya terpaksa melakukan pergantian pemain. Hal itulah yang menurut pelatih berusia 62 tahun itu merubah rencana timnya. 

“Ya memang disayangkan dua pergantian pemain di awal sangat merugikan Barito. Itu merusak rencana tim di menit berikutnya, apalagi Bagas terlihat mengalami benturan yang cukup keras sehingga kami belum tahu kondisinya seperti apa,” papar pelatih yang akrab disapa Djanur.

“Itu yang sangat mengganggu pergantian-pergantian berikutnya, sehingga kami keluar dari skema,” imbuhnya.

Menurut Djanur, secara permainan sebenarnya Barito Putera mampu mengimbangi Persija Jakarta. Kelengahan yang terjadi di lini belakang Barito Putera, berhasil dimanfaatkan Persija Jakarta melalui penetrasi Riko Simanjuntak yang menusuk dari sisi kanan pertahanan kemudian meneruskan menjadi umpan bagi Marko Simic yang mencetak gol.

Eks pelatih Persib Bandung dan Persebaya Surabaya itu mengaku sebenarnya telah mengantisipasi pergerakan Riko sebagai salah satu pemain Persija Jakarta yang diwaspadai.

“Terlepas dari itu kami sudah berusaha keras untuk bermain mengimbangi mereka dan untuk memenangkan pertandingan. Tapi satu kesalahan dari pemain belakang kami sehingga Riko Simanjuntak bisa leluasa mengirimkan cut back yang menjadi awal terciptanya satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan,” ungkap Djanur.

“Soal masuknya Riko sebenarnya sudah kami antisipasi. Bahkan saat Riko masih berada di bangku cadangan pun sebenarnya sudah kami antisipasi. Tapi memang sepertinya disitulah kelebihan Riko,” tandasnya. ***

wwwwww