Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
22 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
17 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
5
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
8 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
6
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Sepakbola
16 jam yang lalu
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Home  /  Berita  /  Umum

Ganti Rugi Korban Insiden Balongan Ditargetkan Rampung sebelum Lebaran

Ganti Rugi Korban Insiden Balongan Ditargetkan Rampung sebelum Lebaran
PT Pertamina (Persero) saat menggelar sosialisasi dan verifikasi data laporan warga korban insiden kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat. (foto: dok. ist./pertamina/via antaranews.com)
Kamis, 29 April 2021 18:48 WIB
JAKARTA - Ketua Tim Penanggulangan Dampak Kebakaran Tangki RU VI Balongan, Maman Kostaman mengungkapkan, ganti rugi atas properti warga korban kebakaran tangki BBM di Kompleks Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat ditergetkan rampung sebelum lebaran.

"Total terdapat 3.074 rumah yang terdampak di lima desa di Kecamatan Balongan. Tentunya pembayaran akan dilakukan bertahap. Rencananya, pembayaran bisa selesai sebelum Lebaran ini," kata Maman dalam pernyataan resmi yang dikutip GoNEWS.co, Kamis (29/4/2021).

Asisten Daerah II Kabupaten Indramayu itu mengungkapkan, nilai ganti rugi dihitung berdasarkan SOP (standard operating procedure), peraturan perundang-undangan, dan mengacu standar harga bangunan serta standar harga yang sudah ditetapkan melalui keputusan bupati. Perhitungan juga dilakukan dengan menambahkan komponen harga, baik material bangunan maupun upah.

Misalnya, ada keramik pecah satu, yang kita ganti tidak satu, karena belinya kan harus satu dus, jadi konversi ganti ruginya satu dus ditambah upah untuk memperbaiki.

Artinya, lanjut Maman, semua komponen kerusakan diperhitungkan dan warga tidak dirugikan, bahkan mungkin menerima kelebihan, karena estimasi dinaikkan ke atas.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Tengah, GoNews Group, Umum
wwwwww