Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  PON

Ikatan Hafizhah Fatayat NU Diharap menjadi Pelestari Alquran 

Ikatan Hafizhah Fatayat NU Diharap menjadi Pelestari Alquran 
Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid dalam acara Sosialisasi Empar Pilar dan Silaturahim Nasional IHF NU di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto: Istimewa)
Rabu, 05 Mei 2021 18:39 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, mengapresiasi pendirian IHF NU (Ikatan Hafizhah Fatayat Nahdlatul Ulama) sebagai lembaga bentukan PP Fatayat NU untuk menyiarkan dan melestarikan Alquran.

"Hafizhah itu diambil dari ayat 'inna nahnu nazzalna adzzikra wainna lahu lahafizhun (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami pula yang menjaganya). Hafizhah itu menjaga, pelestari, tapi disebut penghafal Alquran," ujarnya di sela Sosialisasi Empar Pilar dan Silaturahim Nasional IHF NU di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021).   

Politisi PKB yang akrab disapa Gus Jazil itu mengatakan, Indonesia sebagai negara mayoritas penduduknya muslim, memiliki jumlah hafizh atau hafizhah sekitar 30.000 orang. Ini adalah jumlah terbesar di dunia namun jika dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 271 juta jiwa, jumlah penghafal Alquran Indonesia masih terbilang kecil.   

Di sisi lain, kata Gus Jazil, separuh lebih atau sekitar 63% penduduk muslim Indonesia ternyata belum bisa membaca Alquran secara baik dan benar. "Kalau Fatayat NU pasti bisa. Artinya IHF ini kelompok kecil. Kalau yang tergabung di Fatayat ada 300-an yang menjadi hafizhah, itu luar biasa. IHF ini sekadar pakunya agar Alquran lestari, terjaga," tutur Gus Jazil yang juga Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu.  

Diceritakan Gus Jazil, pada zaman nabi dan sahabat, Alquran tidak dibukukan, namun dihafalkan. Baru ketika banyak para penjaga Alquran terbunuh, kemudian Alquran dibukukan. "Alquran pada masanya itu dihafal, bukan ditulis. Yang ditulis itu mushaf Alquran pada masa Sahabat Usman, tapi dikumpulkan pada masa Umar Bin Khattab," katanya.   

Menurut Ketua Ikatan Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (Ikaptiq) Jakarta ini, para hafizh dan Hafizhah adalah orang-orang mulia karena di memori otaknya ada chip data Alquran. "Ini harus dijaga terus karena susunan otak itu paling rumit," tuturnya.

Karena itu, Gus Jazil berharap agar Fatayat NU bisa terus menjadi bagian dari penjaga Alquran. "Mudah-mudahan yang tergabung menjadi benar-benar seperti yang ada dalam mars Fatayat, yakni menjadi harapan bangsa, agama dan keluarga sehingga bisa membina keluarga yang sehat, sholeh dan sholihah," urainya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Rilis
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, MPR RI, Nasional, PON
wwwwww