Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

GG PAN: Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Tak Realistis

GG PAN: Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Tak Realistis
Anggota Fraksi PAN DPR RI, Guspardi Gaus dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Minggu, 30 Mei 2021 17:00 WIB
JAKARTA - Anggota Fraksi PAN DPR RI (Partai Amanat Nasional Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Guspardi Gaus menilai, target pertumbuhan ekonomi 7,1 hingga 8,3 persen di kuartal II tak realistis.

Target 7 hingga 8 persen dari capaian minus 0,74 persen di kuartal I terlalu optimis di tengah kondisi ekonomi saat ini yang masih jauh dari kata pulih.

GG, sapaan akrab Guspardi, mempertanyakan bagaimana cara pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut. Sementara kebijakan yang diwacanakan Menkeu Sri Mulyani cenderung kontraproduktif, seperti wacana Tax Amnesty jilid II hingga menaikkan PPN.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah juga selalu meleset. Dan angka pertumbuhan ekonomi sepanjang rezim Jokowi juga tidak pernah mencapai 6 persen," kata Guspardi dalam sebuah pernyataannya kepada GoNEWS.co, Minggu (30/5/2021).

Legislator asal Sumatera Barat itu berpandangan, lebih baik pemerintah fokus meningkatkan kosumsi domestik yang menjadi penopang ekonomi nasional, mengatasi masalah pengangguran yang kian membengkak, menarik investasi serta meningkatkan ekspor di tengah pandemi Covid-19 yang masih berkecamuk. Juga melakukan evaluasi berbagai kebjakan, program dan implementasi program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) daripada membuat prediksi yang muluk-muluk.

"Di lain sisi sektor pariwisata terjun bebas dan sektor ritel berdarah-darah dengan banyaknya gerai yang tutup mulai dari Matahari Depstore, Golden Trully, Gramedia dan baru-baru ini Hero Group juga mengumumkan akan menutup gerai Giant di seluruh Indonesia. Belum lagi sektor industri lainnya yang terpaksa merumahkan karyawan. Implikasinya tentu membuat angka penganguran yang kian meningkat," kata Guspardi.

Guspardi menambahkan, perusahaan plat merah sekelas Garuda Indonesia pun saat ini terpaksa meminta karyawan untuk pensiun dini secara sukarela karena kondisi keuangan perusahaan.

Untuk itu, Menkeu mesti mencermati kembali angka asumsi pertumbuhan ekonomi secara realistis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww