Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Nasional

Anggaran Jumbo Pertahanan jadi Polemik, Ternyata DPR...

Anggaran Jumbo Pertahanan jadi Polemik, Ternyata DPR...
Gedung DPR, DPD, MPR Republik Indonesia di Senayan, Jakarta. (foto: dok. www.gonews.co/dzulfiqar)
Senin, 31 Mei 2021 06:00 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I Fraksi PPP DPR RI (Partai Persatuan Pembangunan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Syaifullah Tamliha mengungkapkan, komisinya memang meminta Kemhan untuk membuat desain besar pertahanan nasional.

Pernyataan Syaifullah tersebut, menanggapi pertanyaan jurnalis kompasTV mengenai rencana pembaruan Alutsista dan rencana penggunaan anggaran jumbo hingga tahun 2024.

"Menteri Pertahanan diminta oleh Komisi I untuk membuat grand design. Seberapa besar untuk MEF (Minimum Essential Force/Kekuatan Pokok Minimum) itu? Nah, Menhan sudah mengusulkan kepada presiden beberapa perjanjian dengan negara-negara sahabat. Dalam proses itu, Komisi I selalu dikonsultasikan secara tertutup," kata Syaifullah dikutip GoNEWS.co dari video kompasTV, Senin (31/5/2021).

Syafullah menjelaskan bahwa dalam perencanaan pertahanan tersebut Kemhan juga telah menyusun strategi agar belanja senjata dengan negara tertentu tidak membuat tersinggung negara lain.

"Misalnya, bagaimana kita membeli punya Rusia tapi Amerika dan sekutunya tidak tersinggung. Kemudian kita juga membeli misalnya pesawat tempur dari Perancis, sekutunya Amerika," tutur Syaifulllah.

Dialog ini mengenai membahas R-Perpres Pertahanan Nasional. Rencana panjang pertahanan nasional hingga tahun 2045 dipadatkan ke tahun 2024 dengan nilai anggaran Rp1.760 triliun yang diberitakan berasal dari dana pinjaman.

Sebelumnya, Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini menyatakan dirinya memegang R-Perpres tentang pertahanan yang memuat anggaran fantastis. Menurutnya kala itu, tak banyak Anggota Komisi I DPR RI yang tahu mengenai muatan R-Perpres ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional, Voli
wwwwww