Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
24 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
20 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
22 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Connie: Rancangan Perpres Alpalhankam Pembelian Alutsista Rp 1,7 Triliun Rawan Dikorupsi

Connie: Rancangan Perpres Alpalhankam Pembelian Alutsista Rp 1,7 Triliun Rawan Dikorupsi
Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, saat menjadi Narasumber di Media Center Partai Gelora, kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/6/2021). (Foto: GoNews.co)
Rabu, 02 Juni 2021 21:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, mengkritisi rencana belanja alat utama sistem pertahanan (Alutsista) oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) senilai Rp 1,760 triliun. Kritikan tersebut disampaikan Connie saat dialog Gelora Talk, di Media Center Partai Gelora, kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/6/2021).

Menurut Connie, draf Rancangan Peraturan Presiden (Ranperpres) Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Kemenhan dan TNI Tahun 2020-2024 tersebut rawan dikorupsi.

Connie mengatakan biaya rencana kebutuhan (renbut) yang mencapai angka USD 124,9 miliar atau sekitar Rp1,760 triliun merupakan penganggaran terbesar dalam sejarah bangsa. "Ranperpres tersebut juga berpotensi melanggar UU nomor 16 tahun 2012 tentang industri pertahanan serta Undang-undang nomor 5 tentang praktek monopoli," tuturnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau semua pihak agar tidak merekomendasikan Ranperpres Alpalhankam Kemenhan dan TNI Tahun 2020-2024 tersebut direalisasikan.

"Karena Ranperpres itu juga ada potensi korupsi di dalamnya, jangan marah jika saya ngomong kayak gini, karena ini potensi mega skandal, masalah terkait potensi hukum. Saya harus menjaga presiden Jokowi," imbuhnya.

Connie meminta, agar seluruh rakyat, netizen, akademisi untuk bersatu menolak Ranperpres Menhan itu. "Kita harus hati-hati dan waspada terkait Ranperpres Menhan itu. Saya berharap Pak Jokowi tidak tidak teken, karena Ranperpres utu tidak mencerminkan kaidah etika. Dengan segala hormat, potensi itu harus dihindari. Ranperpres itu harus dikoreksi, hal itu untuk melindungi presiden Jokowi dari potensi masalah hukum," pungkas Connie Rahakundini Bakrie.

Diskusi dengan tema 'Reformasi Pertahanan Nasional dan Urgensi Modernisasi Alutsista TNI' itu dihadiri Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Mahfudz Siddiq dan Anggota DPR Periode 2014 - 2019 Mayjend TNI (Purn) Tri Tamtomo.***

wwwwww