Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Pemain Satria Muda Lebih Berpengalaman

Pemain Satria Muda Lebih Berpengalaman
Minggu, 06 Juni 2021 16:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Fakta bahwa pemain-pemain Satria Muda Pertamina Jakarta lebih berpengalaman di laga Final memang bukan isapan jempol belaka. Para pemain rata-rata sudah ada di tim Satria Muda sejak enam tahun terakhir. Mereka sudah berpengalaman menjalani ketegangan dan tekanan di laga penentuan. Namun Pelita Jaya juga tak bisa dipandang sebelah mata, khususnya dalam hal pengalaman.

Sebut saja nama Arki Dikania Wisnu, Hardianus, Avan Seputra dan Kevin Yonas Argadiba Sitorus. Mereka sudah pernah tampil di final empat sampai lima kali dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Bahkan Arki sudah enam kali bermain di final sejak 2011, dengan tiga kali gelar juara liga. Itu saja sudah membuat yakin bahwa Satria Muda secara mental sudah siap.

Sementara pemain yang sering menjadi starter seperti Juan Laurent Kokodiputra, Laurentius Steven Oei, dan M. Sandy Ibrahim Aziz sama-sama sudah tiga kali tampil di The Finals Indonesia Basketball League (IBL). Masing-masing mengantoni dua gelar juara bersama Satria Muda, dan sama-sama pernah merasakan ketegangan Game 3 atau laga penentuan. Artinya, secara mental mereka lebih siap dibanding lawannya. 

Sebaliknya, kubu Pelita Jaya bisa dibilang minim pengalaman di final. Tapi bukannya tidak punya. Andakara Prastawa sudah pernah dua kali jadi juara liga. Meski bukan bersama Pelita Jaya. Sementara itu ada nama Agassi Goantara dan Vincent Rivaldi Kosasih yang menjuarai IBL 2018-19 bersama Stapac Jakarta. Kemudian ada Respati Ragil Pamungkas yang sudah dua kali tampil di partai puncak. 

Belum lagi, meski belum pernah merasakan gelar juara, setidaknya beberapa pemain juga pernah tampil di final seperti Reggie Mononimbar, Govinda Julian Saputra dan Valentino Wuwungan. 

Tapi jangan pernah menganggap remeh semangat para pemain Pelita Jaya. Di situ ada nama M. Hardian Wicaksono, pemain yang baru pindah musim ini. Dia sangat haus gelar. Buktinya, Wicaksono bisa mencetak 21 point, enam rebound, dan dua assist, ketika Pelita Jaya menang di Game 2, Jumat lalu. 

Duel tim dengan pemain sarat pengalaman melawan tim muda yang haus gelar ini bakal mencapai puncaknya hari Minggu, 6 Juni 2021. Game 3 The Finals IBL 2021 akan jadi penentuan, siapa yang terbaik diantara dua tim ibukota tersebut. Jadi jangan lewatkan pertandingan seru ini di channel resmi IBL. ***

wwwwww