Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
3
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
4
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
8 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
8 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Voli

ProDEM: Rezim Runtuh Bukan karena Dana Haji tapi Pemilihan Panglima TNI

ProDEM: Rezim Runtuh Bukan karena Dana Haji tapi Pemilihan Panglima TNI
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono. (FOTO: Istimewa)
Senin, 14 Juni 2021 18:35 WIB
JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo memang tengah dilanda beragam masalah. Bahkan tak jarang ada yang memprediksi Jokowi jatuh karena tumpukan masalah yang ada. Namun faktanya, hingga kini Jokowi tetap kokoh berdiri.

Menanggapi itu, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengungkap sebuah analisa gotak-gatik-gatuk yang ramai diperbincangkan di kalangan politisi.

Dalam analisa itu dijelaskan bahwa yang membuat rezim runtuh, bukan karena korupsi bansos yang menyeret mantan menteri dari PDIP, Juliari Batubara. Bukan juga karena ekonomi yang seharusnya meroket malah jadi tekor selama dipimpin Jokowi.

"Bahkan bukan juga karena dana haji yang sedang marak, dan bukan karena rencana pajak sembako," ujarnya seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/6).

Iwan Sumule menjelaskan bahwa dalam analisa tersebut, pemerintahan Jokowi runtuh karena pemilihan panglima TNI. "Yang kemungkinan membuat tetangga ProDEM tak puas. Iya nggak sih?" tuturnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada November tahun ini. Dua Kepala Staf TNI digadang akan menjadi penggantinya, keduanya adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono.

Dalam dua periode sebelumnya, jabatan panglima TNI selalu dijabat dari matra Angkatan Darat. Sementara matra Angkatan Laut yang terakhir menjabat sebagai panglima TNI adalah Laksamana Agus Suhartono, yakni pada September 2010 hingga Agustus 2013.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Metropolitan, Voli, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww