Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Habib Tito Aji Mengaku Gugup Memulai Debut di IBL 2021

Habib Tito Aji Mengaku Gugup Memulai Debut di IBL 2021
Kamis, 17 Juni 2021 00:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Penggawa West Bandits Solo, Habib Tito Aji, mengakui gugup saat melakukan debut di Indonesia Basketball League (IBL) 2021. Meski tak ada penonton, atmosfer liga profesional sangat terasa.

IBL 2021 menjadi musim debut Habib. Di penampilan perdananya ini, Habib tampil tidak mengecewakan.

Pebasket asal Kudus itu mencuri perhatian pada playoff IBL 2021 kala West Bandits Solo menumbangkan Prawira Bandung. Bila mengingat momen pertamanya masuk ke lapangan, Habib tak pernah menyangka bisa memberikan permainan sehebat itu.

“Match pertama saya itu lawan NSH Mountain Gold Timika. Pas mau masuk ke lapangan rasanya gemetaran, gugup, takut melakukan kesalahan,” ujar Habib.

“Perbedaan paling terasa di basket profesional ini intensitasnya. Bodey contact lebih keras,” imbuhnya.

Di musim perdananya, Habib mencatatkan 8,07 poin per gim. Pebasket berusia 23 tahun itu mendapat kepercayaan bermain selama 18,2 menit per gim dari pelatih West Bandits Solo, Raoul Miguel Hadinoto. ***

wwwwww