'Jokowi' Ngutang Lagi! Legislator PPP Minta Anggaran Tak Terserap Di-Refocusing
![]() |
| Ilustrasi refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19. (gambar: ist./sindonews) |
"Saya malah tahunya dari media bahwa Joko Widodo sudah nambah utang lagi sekian triliun," kata Anas kepada GoNEWS.co, Minggu (20/6/2021).
Anas meyakini, pemerintah punya niatan baik untuk mengatasi krisis kesehatan akibat pandemi di Tanah Air. Tapi menurutnya, pemerintah harus lebih hati-hati dalam memenuhi kebutuhan anggaran sehingga tidak selalu memilih berhutang sebagai solusi anggaran.
Anas kemudian menyinggung rendahnya daya serap anggaran pemerintah hingga Juni 2021 ini. "Direktorat tertentu di Kemenkes atau di BPOM atau di BKKBN atau di kementerian-kementerian lain, kalau disisir itu (masih banyak yang belum terserap, red)".
"Memang ada Ditjen tertentu yang serapannya sudah 51 persen, tapi masih ada lho yang di bawah 30 persen. Itu kan kemungkinan besarnya tidak akan terserap karena sisa waktu penyerapan kan tinggal 5 bulan. Lakukan lah refocusing, sisir lagi anggaran yang tidak terserap. Cari sampai Rp13 triliun kan mudah itu pemerintah," kata Anas.
DPR, kata Anas, juga harus kompromistis terkait refocusing anggaran ini agar tak ada alasan di eksekutif bahwa refocusing terganjal alasan politis.
Diberitakan sebelumnya, Bank Dunia baru saja menyetujui pinjaman sebesar 500 juta dollar AS atau setara Rp7.244.750.000.000 untuk pemerintah Indonesia.
Mengutip kompas, Minggu (20/6/2021), utang baru itu akan dipakai untuk memperkuat sistem kesehatan nasional seperti; 1) Penambahan tempat isolasi pasien virus korona (Covid-19); 2) Penambahan tempat tidur rumah sakit; 3) Penambahan tenaga medis; 4) (Penguatan, red) lab pengujian; 5) Peningkatan pengawasan dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi; 6) Perluasan program vaksinasi Covid-19.
"Selain untuk mendukung vaksinasi gratis dari pemerintah, utang ini akan membantu sistem kesehatan Indonesia menjadi lebih baik dan memperkuat sistem pengawasan melalui pengujian dan pelacakan kasus-kasus baru Covid-19," jelas Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam lansiran Bank Dunia, Sabtu (19/6/2021).
Secara rinci, utang akan digunakan untuk tiga program. Pertama, peningkatan pemberian layanan kesehatan. Kedua pengawasan kualitas pengujian di laboratorium. Ketiga,dana akan dipakai meningkatkan komunikasi dan koordinasi tanggap darurat, termasuk dalam hal pengiriman vaksin.
Dengan penarikan utang baru tersebut, maka total utang baru yang ditarik Indonesia selama bulan Juni 2021 mencapai sebesar 900 juta dollar AS atau setara dengan Rp13.040.550.000.000,00 atau Rp13,04 triliun rupiah (kurs Rp 14.480).***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | Voli, Nasional, Kriminal, SEA Games, DKI Jakarta |













