Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

DPR Pertanyakan Langkah PTPN III Menutup 11 Pabrik Gula

DPR Pertanyakan Langkah PTPN III Menutup 11 Pabrik Gula
Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin. (Foto: Istimewa)
Selasa, 22 Juni 2021 16:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin menilai upaya pembentukan holding gula Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan upaya yang strategis untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.

Menurutnya, strategi tersebut dapat mengurangi ketergantungan dalam hal impor gula. Mengingat dari kebutuhan gula nasional sekitar 5,8 hingga 6,6 juta ton baru bisa dipenuhi sekitar 2,17 hingga 2,2 juta ton yang dihasilkan dari 48 pabrik gula milik BUMN dan 17 pabrik gula swasta.

"Karenanya, kekurangan tersebut biasanya dipenuhi dengan gula impor ya, untuk itu upaya pembentukan holding pabrik gula BUMN merupakan upaya yang strategi untuk memenuhi kebutuhan gula nasional," ujar Elly, Selasa (22/6/2021).

Di sisi lain, legislator dapil Jawa Barat V ini juga mempertanyakan di tengah upaya pembentukan holding gula BUMN, mengapa holding PTPN justru merencanakan penutupan atas 11 pabrik gula sejak 2018 hingga 2022 nanti.

Menurutnya penutupan pabrik gula ini dapat berdampak pada para karyawan yang bisa berdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Dengan penutupan pabrik gula tersebut, lalu bagaimana dengan para karyawannya? Ini mohon penjelasan juga karena dengan adanya penutupan itu tentunya karyawan juga akan terkena PHK," tambahnya.

Selain itu, Elly juga menyinggung tentang pabrik gula yang sudah tua. Menurutnya, pabrik-pabrik tersebut dapat dijadikan museum heritage atau bisa direvitalisasi agar tidak berdampak pada pengurangan karyawan.

"Apa pabrik gula yang sudah tua itu tidak bisa direvitalisasi? Tadi disampaikan dijadikan museum ya kalau masing bisa direvitalisasi kenapa tidak karena ini berdampak juga pada pengurangan karyawan dan berdampak juga masalah phk," pungkasnya.***

wwwwww