Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Utang Indonesia Naik, Menteri Luhut Salahkan Covid-19

Utang Indonesia Naik, Menteri Luhut Salahkan Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 26 Juni 2021 07:00 WIB
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi soal utang pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa utang Indonesia saat ini masih jauh di bawah negara lain.

Namun demikian, Menteri Luhut sempat menyalahkan, utang tersebut gara-gara adanya Covid-19. Ia menyampaikan hal tersebut lantaran melihat masyarakat terlalu khawatir persoalan pembengkakan utang Indonesia.

Diketahui per akhir Mei 2021, Kementerian Keuangan mencatat utang Indonesia mencapai Rp 6.418,5 triliun.

Meski nominalnya besar, namun angka itu mengalami penurunan Rp 109,14 triliun dibandingkan bulan lalu yang mencapai Rp 6.527,2 triliun.

Luhut menyebut, utang Indonesia saat ini masih sebesar 40 persen dari PDB, jadi masih dalam batas rasio yang aman. "Utang Indonesia masih sebesar 40 persen dari PDB kita. Jadi kalau dibandingkan dengan negara lain, kita masih jauh lebih rendah," ucap Luhut dikutip GoNews.co dari Suara.com, Jumat (25/6/2021).

Dirinya menjelaskan bahwa saat dunia sedang dilanda Covid-19, maka hal wajar jika negara mengalami kenaikan utang.

Menteri Luhut juga mengatakan bahwa tidak ada negara satu pun di dunia ini yang tidak naik utangnya. "Memang naik gara-gara Covid-19, siapa di dunia ini yang tidak naik utangnya karena Covid-19," ungkap dia.

Ia pun membandingkan dengan negara Amerika Serikat yang saat ini sudah mencetak beberapa trilliun dollar sedangkan Indonesia masih beberapa miliar dollar. "Amerika Serikat sudah mencetak beberapa triliun dollar. Kita baru beberapa puluh miliar dollar," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa masyarakat terkadang mendadak menjadi seorang ahli dalam menilai utang Indonesia tersebut.

Ia pun menyatakan bahwa masyarakat hanya mampu menilai dari satu sudut pandang saja, tidak melihat dari sudut yang lain. "Jadi saya lihat kadang-kadang di masyarakat kita yang menamakan dirinya ahli, kadang ngomong dari satu angle saja, tidak melihat dari angle lainnya," tutur Luhut.

Kata dia, apabila utang dikelola dengan baik, maka tidak akan terjadi masalah apapun.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Ekonomi
wwwwww