Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
14 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Sukseskan Grand Desain Olahraga Nasional, NOC Bantu Tingkatkan High Performance Atlet

Sukseskan Grand Desain Olahraga Nasional, NOC Bantu Tingkatkan High Performance Atlet
Raja Sapta Oktohari. (Dok. NOC Indonesia)
Senin, 28 Juni 2021 11:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Demi meningkatkan kualitas high performance atlet, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mempersiapkan Indonesia Olympic Champions Program. Project yang merancang dan mengatur pertukaran training camp atlet ke luar negeri ini sekaligus bertujuan menyukseskan grand design pembinaan prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menjelaskan program pertukaran training camp bersifat dua arah dan terbuka bagi seluruh federasi nasional (PP/PB) di bawah organisasinya, terutama cabang olahraga (cabor) andalan Merah Putih. Project ini rencananya mulai dilaksanakan pada pengujung 2021 dengan meminimalkan penggunaan anggaran pemerintah.

“Kami bekerja sama dengan NOC negara lain yang memiliki fasilitas latihan. Kami tidak hanya mengirim atlet, tetapi juga membuka pintu untuk negara lain yang ingin mengirim atlet nasionalnya berlatih di Indonesia. Kami akan berkoordinasi dengan federasi nasional terkait dan mengaturnya,” kata Okto, sapaan Raja Sapta, Senin (28/06).

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC) ini menjelaskan NOC Indonesia telah memetakan negara mana saja yang akan menjadi destinasi pelatihan bagi atlet-atlet Merah Putih. Di antaranya, kata Okto, adalah balap sepeda di Swiss taekwondo di Korea Selatan, rowing di Belanda, jet ski dan surfing di Amerika Serikat.

Tak cuma untuk peningkatan high peformance atlet saja, NOC Indonesia juga bakal mengirimkan akademisi olahraga guna meningkatkan pengetahuan di bidang sport science. Khusus untuk program ini akan dilakukan di Qatar.

Dengan pemetaan tersebut, Okto berharap prestasi Indonesia di ajang multi event tertinggi sekelas Olimpiade atau single event Kejuaraan Dunia bisa meningkat. Pembinaan ini akan dilakukan secara kontinuitas hingga Olimpiade 2024 Paris.

“Target jangka pendek kami adalah bisa menambah jumlah atlet di Olimpiade 2024 Paris. Insya Allah jika program ini terus dijalankan, atlet-atlet kita bisa mencapai peak performance tertinggi. Sebab, yang perlu diingat adalah pembinaan prestasi tak ada yang instans,” ujar Okto. ***

wwwwww