Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Beladiri

Arogansi ASN RSJ di Medan, Rampas Kamera Wartawan dan Minta Hapus Rekaman

Arogansi ASN RSJ di Medan, Rampas Kamera Wartawan dan Minta Hapus Rekaman
Pegawai RSJ Frog Ildrem mencoba merampas kamera jurnalis foto, Selasa (29/6/2021). (Foto: Istimewa)
Selasa, 29 Juni 2021 15:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MEDAN - Seorang pria diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) bertugas di rumah sakit jiwa (RSJ) Prof Ildrem, Sumatera Utara bertindak arogan terhadap seorang fotografer wartawan usai melakukan peliputan dirumah sakit tersebut, Selasa (29/6/2021).

Ketika beberapa jurnalis usai liputan dari RSJ. Tiba-tiba seorang pria menggunakan seragam ASN dengan atribut logo Provinsi Sumatera Utara mendatangi seorang jurnalis foto, Rizky Cahyadi dengan berusaha merampas kamera Rizky.

Rizky Cahyadi mengatakan, kejadian setelah dia bersama jurnalis lainnya baru habis liputan dari RSJ. Ketika hendak pulang, tiba-tiba seorang pria dengan menggunakan pakaian ASN lengkap dengan atribut mendadak mendatanginya. "Tiba-tiba seorang pria menggunakan pakaian ASN merebut kamera saya," katanya.

Kata dia, permintaan pria tersebut ditolaknya karena dia melakukan peliputan setelah mendapat izin dari Direktur RSJ. Namun pria tersebut semakin emosi dan mencoba melakukan tindakan dengan arogan dengan percobaan perampasan kamera miliknya. "Dengan arogan dia maksa minta kamera dan menghapus semua file yang ada dalam kamera," ucap Rizky.

Terpisah, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Rahmad Suryadi menyayangkan tindakan arogansi seorang pegawai di RSJ mencoba merampas kamera seorang jurnalis foto. Perbuatan orang tersebut jelas melanggar undang undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers. "Perbuatan arogansi pegawai tersebut terhadap seorang jurnalis jelas melanggar undang undang tentang pers," katanya.

Dijelaskannya, Rizky Cahyadi seorang jurnalis foto yang juga pengurus PFI Medan. Dia sudah menjalankan peliputan dengan SOP yang ada dan sudah minta izin untuk melakukan peliputan. Aksi arogansi seperti itu tidak bisa di toleransi karena mengganggu tugas jurnalis terutama pewarta foto. "Tindakan seperti itu harus ditindak tegas dan tidak boleh terulang lagi," ucap Rahmad.

Kata dia, tugas jurnalis untuk menyampaikan informasi dan fakta yang ada untuk disampaikan ke publik. Sehingga tugas seorang jurnalis di lindungi undang undang. "Kita minta Gubernur Sumatera Utara untuk menindak pegawai RSJ yang melakukan tindakan arogan terhadap jurnalis," bilangnya.***

wwwwww