Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Diduga Depresi Istri Meninggal karena Covid, Camat di NTT Ditemukan Gantung Diri

Diduga Depresi Istri Meninggal karena Covid, Camat di NTT Ditemukan Gantung Diri
Ilustrasi Gantung Diri. (foto: istimewa)
Rabu, 21 Juli 2021 18:50 WIB

SUMBA TIMUR - DRM (45) ditemukan tewas di kamar belakang rumah panggung orang tuanya, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). DRM merupakan salah satu camat di Kota Waingapu.

"Diduga bunuh diri dengan cara gantung diri," kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Krisna saat dikonfirmasi, Rabu (21/7/2021).

Jasad DRM ditemukan pada Selasa, 20 Juli 2021, pukul 11.30 WITa. Polisi telah memeriksa beberapa saksi dan mendapati keterangan DRM sempat meminta untuk ditinggalkan sendiri di rumah, dengan alasan mau istirahat.

"Sekitar pukul 11.20 WITa, korban menyuruh saksi atas nama Klemens dengan saksi atas nama Lukas menutup semua pintu dan jendela rumah panggung, dengan alasan untuk istrahat," jelas Krisna.

Krisna menyebut saksi lainnya yakni Kornelis datang ke rumah orang tua korban dan tak mendapati adanya penghuni di dalam rumah. Kornelis kemudian menemui Klemens dan Lukas. "Saat kedua saksi masuk di dalam kamar milik saksi Lukas, kedua saksi mendapati korban yang sedang tergantung," terang Krisna.

"Melihat kejadian tersebut kedua saksi berteriak sambil menangis," sambung Krisna.

Krisna menyampaikan berdasarkan keterangan keluarga, DRM mengalami sulit tidur, sering menyendiri dan menutup diri dengan keluarga sejak istrinya meninggal karena COVID-19. DRM diduga depresi kemudian nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

"Tidak ada yang mengetahui motif dari korban melakukan bunuh diri. Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban mengatakan bahwa setelah istri korban meninggal dunia karena COVID-19 pada 20 Mei 2021. Korban kepikiran, susah tidur, sering menyendiri dan jarang berkomunikasi dengan pihak keluarga," ungkap Krisna.

"Dimungkinkan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dikarenakan depresi semenjak meninggalnya istri korban karena COVID," imbuh Krisna.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Nusa Tenggara Timur
wwwwww