Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
24 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Dasco Minta Aparat Selidiki Dugaan Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Dasco Minta Aparat Selidiki Dugaan Penimbunan Obat Terapi Covid-19
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya. (foto: dok. dpr ri)
Sabtu, 24 Juli 2021 15:21 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, meminta kepada aparatur pemerintah serta pihak kepolisian untuk menyelidiki hilangnya obat-obatan untuk terapi Covid-19 di pasaran.

"Saya meminta pemerintah serta aparat kepolisian untuk menyelidiki hilangnya obat-obatan ini. Jangan sampai adanya dugaan penimbunan obat terapi Covid-19 karena kepanikan masyarakat terhadap pandemi saat ini," kata Dasco dalam rilis yang diterima GoNEWS.co, Sabtu (24/7/2021).

Kelangkaan obat terapi Covid-19 di pasaran menjadi pertanyaan lantaran berdasarkan rapat Komisi VI DPR RI dengan para Direktur Utama BUMN Farmasi beberapa waktu lalu, obat-obatan untuk terapi Covid-19 telah diproduksi melebihi kebutuhan pasokan obat selama pandemi ini.

Sebelumnya, Jumat 23 Juli 2021 kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu apotek di Kota Bogor, Jawa Barat. Presiden Jokowi mengecek langsung ketersediaan obat terapi Covid-19, seperti Oseltamivir.

Apoteker tersebut lantas menjawab stok Oseltamivir kosong. Jokowi menanyakan kembali di mana ia harus mencari obat tersebut. Apoteker mengatakan bahwa pihaknya sudah lama tidak menerima pasokan Oseltamivir. Terakhir, stok Oseltamivir yang sempat tersisa adalah merek Fluvir. "Tapi sekarang juga sudah kosong," kata apoteker wanita tersebut.

Jokowi kemudian menanyakan lagi ketersediaan obat jenis Favipiravir. Apoteker menjawab tidak punya stoknya. Begitu juga dengan vitamin D3. Apotek hanya memiliki vitamin D3 1000, sedangkan D3 5000 sudah habis. Kepada Jokowi, apoteker menyampaikan bahwa mereka sudah memesan lagi produk vitamin tersebut, namun tidak dapat.

Hingga akhirnya Presiden Jokowi menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memberitahu bahwa obat-obatan yang Ia cari untuk terapi Covid-19 kosong di pasaran.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, SEA Games, Kriminal, Nasional
wwwwww