Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

DPD RI Minta Masyarakat dan Senator Kawal Penyaluran BST

DPD RI Minta Masyarakat dan Senator Kawal Penyaluran BST
Ilustrasi warga menerima BST. (foto: dok. ist./kontan)
Minggu, 25 Juli 2021 10:05 WIB
JAKARTA - Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta masyarakat di seluruh daerah mengawasi penyaluran BST atau Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos dan tak segan melaporkan Pungli (pungutan liar) yang terjadi ke pihak berwajib.

"Partisipasi masyarakat memang sangat dibutuhkan. Pengawasan dari masyarakat, kemudian kekompakan semua warga akan meminimalisir terjadinya pungutan-pungutan yang tidak dibenarkan," kata LaNyalla dalam rilis yang diterima GoNEWS.co, Minggu (25/7/2021).

Selain itu, LaNyalla juga meminta setiap anggota DPD untuk memastikan penyaluran BST di wilayahnya masing-masing.

Sebelumnya, LaNyalla menerima kabar pemotongan BST terjadi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sejumlah warga mengaku dimintai uang Rp10 ribu hingga Rp20 ribu oleh seorang oknum untuk mendapatkan BST sebesar Rp600 ribu. Alasannya, sebagai upah atas informasi terkait pencairan BST.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nusantara, Nasional, PON
wwwwww