Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Voli

Aplikasi PeduliLindungi, Smart Checking, dan PCARE Telah Terintegrasi dengan Dukcapil

Aplikasi PeduliLindungi, Smart Checking, dan PCARE Telah Terintegrasi dengan Dukcapil
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah dalam webinar kerjasama integrasi data untuk vaksinasi. (foto: ist./dukcapil)
Sabtu, 07 Agustus 2021 12:07 WIB
JAKARTA - Aplikasi PeduliLindungi, Smart Checking, dan PCARE, diinterintegrasikan dengan data kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri melalui kerjasama Dukcapil dengan Direktorat Pos dan Informatika Kominfo, Sekretariat Jenderal Kemenkes, dan BPJS Kesehatan.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, integrasi data tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan vaksinasi Covid-19. Data vaksinasi menjadi lebih tepat dan akurat karena berbasis data kependudukan yang terus mengalami pemutakhiran secara kontinyu.

"Dengan integrasi data ini, kita bisa meminimalkan potensi salah ketik dan error oleh petugas pemberi vaksinasi di lapangan. NIK yang salah ketik, akan langsung terkoreksi karena terhubung dengan data Dukcapil," ujar Zudan di acara webinar Integrasi Data Duckapil, Kominfo, Kemenkes, dan BPJS Kesehatan, Jumat (6/8/2021).

Selain itu, Perjanjian Kerjasama tersebut merupakan wujud pemerintah dalam melaksanakan amanat UU 24 Tahun 2013 jo. UU 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Dalam Pasal 64 UU tersebut, disebutkan bahwa pelayanan publik harus menggunakan satu data tunggal yang berbasis Nomor Induk Kependudukan.

"Per hari ini, Dukcapil telah melakukan sebanyak 3.861 Perjanjian Kerjasama dengan berbagai lembaga, baik pusat maupun daerah, dalam rangka pemberian hak akses verifikasi data," tambah Zudan.

Di kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Pos dan Informatika Kominfo, Ismail, selaku pengelola Aplikasi PeduliLindungi, memberikan apresiasi terhadap dukungan penuh Dukcapil dalam program vaksinasi Covid-19.

"Kita ingin memberikan message bahwa aplikasi PeduliLindungi ini aman, terintegrasi, dan memiliki data yang valid karena sudah terhubung dengan Dukcapil," ujarnya.

Sedangkan menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Gufron, intergasi data dengan Dukcapil akan sangat membantu membenahi verifikasi data, khususnya dalam hal penerbitan sertifikat vaksin Covid-19.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi, juga berharap kolaborasi 3 lembaga besar ini dapat berjalan lancar sehingga dapat memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 yang terbaik.

"Pun dalam hal keamanan data, ini sudah menjadi suatu kewajiban bagi kami untuk dapat memberikan rasa aman pada masyarakat. Hal-hal mengenai ini juga sudah tertuang dalam Perjanjian Kerjasama dengan Dukcapil," tutur Oscar.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Voli
wwwwww