NasDem MPR Minta Kematian Usia Produktif akibat Covid-19 Diwaspadai
![]() |
| Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat alias Rerie dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.) |
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip GoNEWS.co, Sabtu (7/8/2021), Rerie mengatakan, "Sangat mengkhawatirkan bila kelompok masyarakat usia produktif yang sejauh ini menopang ekonomi, sudah terdampak sangat signifikan akibat terpapar Covid-19,".
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang diolah oleh Satgas Covid-19 pada Juli 2021, sebanyak 46,7% kematian akibat Covid-19 di Indonesia berasal dari populasi berusia di atas 60 tahun. Sedangkan 36,7% kematian dari usia 46-59 tahun dan 12,7% kematian dari usia 31-45 tahun.
Sampai dengan 6 Agustus 2021, Satgas Covid-19 mencatat, total jumlah kematian akibat Covid-19 telah mencapai 104.010 orang.
Dominasi kematian akibat paparan virus korona pada usia produktif itu, berdasarkan catatan Satgas Covid-19, tidak terlepas dari peningkatan kasus positif Covid-19 pada rentang usia tersebut.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), yang dimaksud dengan usia produktif adalah mereka yang berusia antara 15 sampai 64 tahun.
Menurut Rerie, tren kenaikan angka kematian itu harus mendapat perhatian serius dari para pemangku kepentingan agar dengan segera merealisasikan berbagai upaya pencegahan.
Kelompok usia produktif, kata Rerie, adalah kelompok masyarakat yang sebagian besar masih berkegiatan di masa pandemi dan merupakan penopang ekonomi nasional dan keluarganya.
Sehingga, tegas Legislator NasDem itu, potensi kehilangan kelompok usia produktif ini, sekaligus merupakan ancaman bagi kinerja perekonomian secara nasional dan juga kesejahteraan keluarga.
Menurut Rerie, upaya pencegahan dalam bentuk peningkatan kesadaran masyarakat di usia produktif, terhadap pentingnya menerapkan protokol kesehatan dan manfaat vaksinasi Covid-19, harus dilakukan secara masif.
Upaya tersebut, tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, juga harus diimbangi oleh para pemangku kepentingan dengan memastikan ketersediaan vaksin dan sejumlah fasilitas pendukung yang memudahkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.
Pemahaman masyarakat terkait gejala dan bahaya virus korona, menurut Rerie, juga harus ditingkatkan agar penanganan masyarakat yang terpapar Covid-19 bisa dilakukan sedini mungkin.
Masyarakat, kata Rerie, harus segera diberi pemahaman bahwa menjalankan protokol kesehatan dan bersedia divaksin Covid-19, merupakan bagian dari partisipasi anak bangsa dalam membela negara dari ancaman paparan virus korona.
Semangat bersatu semua elemen bangsa untuk mewujudkan pengendalian Covid-19 di Tanah Air, tegas Rerie, harus terus digelorakan, lewat sejumlah gerakan yang bertujuan untuk membangun sistem perlindungan masyarakat dari ancaman kematian akibat Covid-19.***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | DKI Jakarta, MPR RI, Nasional |













