Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
10 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Basket

Mulai Terobos Kabul, Taliban Klaim Ingin Ambil Alih Kekuasaan dengan Damai

Mulai Terobos Kabul, Taliban Klaim Ingin Ambil Alih Kekuasaan dengan Damai
SItuasi di Afghanistan (Foto: AP Photo)
Senin, 16 Agustus 2021 05:29 WIB

JAKARTA - Taliban telah memasuki Ibu Kota Kabul untuk menguasai Afghanistan. Taliban mengatakan pihaknya ingin menguasai Afghanistan dengan peralihan yang damai dalam beberapa hari ke depan.

"Dalam beberapa hari ke depan, kami menginginkan transfer damai," kata juru bicara kelompok Taliban yang berbasis di Qatar, Suhail Shaheen kepada BBC, seperti dilansir AFP, Minggu (15/8/2021).

Shaheen mengatakan kebijakan Taliban menjelang transfer kekuasaan, pihaknya akan memasang kembali kelompok Islam garis keras, setelah dua dekade pasukan pimpinan AS menggulingkan mereka setelah serangan 11 September 2001 lalu.

"Kami menginginkan pemerintahan Islam yang inklusif. Itu berarti semua warga Afghanistan akan menjadi bagian dari pemerintahan itu," kata Shaheen.

"Kami akan melihat itu di masa depan saat transfer damai sedang berlangsung," lanjutnya.

Shaheen juga mengatakan kedutaan dan pekerja asing tidak akan menjadi sasaran para pejuang kelompok itu, serta mereka harus tetap berada di negara itu untuk melanjutkan pekerjaan.

"Tidak akan ada risiko bagi diplomat, LSM, siapa pun. Semua harus melanjutkan pekerjaan mereka seperti yang mereka lakukan di masa lalu. Mereka tidak akan menyakiti mereka, mereka harus tetap tinggal," jelasnya.

Dia juga menolak kekhawatiran bahwa negara itu akan terjerumus kembali ke hari-hari gelap versi hukum Islam ultra-konservatif Taliban. Shaheen mengatakan bahwa Taliban akan mencari 'babak baru' toleransi.

"Kami ingin bekerja dengan warga Afghanistan mana pun, kami ingin membuka babak baru perdamaian, toleransi, koeksistensi damai, dan persatuan nasional untuk negara dan rakyat Afghanistan," katanya.

Akan tetapi banyak pejabat, tentara dan polisi telah menyerah atau meninggalkan pos mereka, takut akan pembalasan terhadap siapa pun yang dicurigai bekerja dengan pemerintah yang didukung Barat atau pasukan Barat. Shaheen mengatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi.

"Kami meyakinkan bahwa tidak ada balas dendam pada siapa pun. Setiap kasus akan diselidiki," tutur dia.

Juru bicara yang berbasis di Doha itu mengatakan kelompok Taliban juga akan meninjau hubungannya dengan Amerika Serikat, yang telah melakukan pemberontakan mematikan selama beberapa dekade.

"Hubungan kami adalah di masa lalu. Di masa depan, jika itu tidak menyentuh agenda kita lagi, itu akan menjadi babak baru kerja sama," jelasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Badminton, Basket, Metropolitan, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww