Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Basket

Sempat Bertemu Jusuf Kalla, Taliban Janji Tak Mengusik Keamanan KBRI

Sempat Bertemu Jusuf Kalla, Taliban Janji Tak Mengusik Keamanan KBRI
Jusuf Kalla saat bertemu petinggi Taliban. (Foto: istimewa)
Rabu, 18 Agustus 2021 12:00 WIB

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menyatakan bahwa ia sempat bertemu dengan perwakilan Taliban dan kelompok itu menjamin tak akan mengusik keamanan KBRI di Kabul, Afghanistan.

"Mereka (pihak Taliban) juga sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan, apalagi Kedubes RI," kata JK dalam pernyataan resminya, Senin (16/8).

Wapres RI Ke-10 dan 12 itu menuturkan bahwa jaminan keamanan itu disampaikan Taliban ketika ia bertemu dengan salah satu petinggi kelompok itu pada Januari lalu.

"Saya kenal baik dengan Presiden Ashraf Ghani dan Kepala Kantor Politik Taliban, Mullah Abdul Gani Baradar. Akhir Desember tahun lalu, saya bertemu Presiden Ghani di Kabul. Sedangkan Januari 2021 lalu saya bertemu Mullah Baradar di Doha, Qatar," kata JK.

Dia kemudian berkata, "Mereka akan berupaya menyelesaikan secara damai konflik di Afghanistan yang sudah berjalan hampir 30 tahun."

JK memang beberapa kali terlibat perundingan perdamaian di Afghanistan. Ia juga sempat beberapa kali bertemu langsung dengan Presiden Ghani yang kini telah melarikan diri ke luar Afghanistan usai Taliban menduduki Ibu Kota Kabul.

JK juga sempat beberapa kali berbicara dengan petinggi Taliban. Perwakilan pemerintah Afghanistan dan pemimpin Taliban bahkan secara bergantian diundang makan di kediaman dinas Wapres RI di Jakarta Pusat.

Kalla atau yang akrab disapa JK itu yakin bahwa Afghanistan tidak akan jatuh ke dalam perang saudara meski Taliban terus menggempur pasukan pemerintah negara itu dan berhasil menduduki Istana Kepresidenan di Ibu Kota Kabul pada Minggu (15/8).

"Baik Taliban maupun Pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh tentara Amerika Serikat," ucap JK.

JK menambahkan, dunia kini menantikan masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa.

"Saya harapkan Afghanistan terbuka dengan kerja sama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerja sama perekonomian," ucap JK.

Menurut JK, Indonesia memiliki peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian selama ini. Karena itu, kata JK, pemerintah Indonesia juga harus mendukung upaya damai di era kepemimpinan Taliban di Afghanistan.

JK melontarkan pernyataan ini setelah Taliban berhasil menduduki Kabul dan Istana kepresidenan kemarin, Minggu (16/8). Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, pun dilaporkan kabur ke Tajikistan demi menghindari pertumpahan darah.

Ghani menyatakan bahwa saat ini, Taliban sudah memenangi seluruh pertempuran dari segi senjata. Taliban, katanya, memiliki tanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kemakmuran, dan harga diri rakyat Afghanistan.

Setelah merebut Istana Kepresidenan, Taliban berencana membentuk pemerintahan terbuka. Mereka juga meminta pengalihan kekuasaan secara penuh dan menolak usulan pembentukan pemerintahan peralihan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Metropolitan, Voli
wwwwww