Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
23 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
6 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Paralimpiade Tokyo 2020

Kendala Non-Teknis Syuci Dibenahi, Persiapan Jendi Semakin Matang

Kendala Non-Teknis Syuci Dibenahi, Persiapan Jendi Semakin Matang
Syuci Indriani dan Jendi Pangabean. (Dok. NPC Indonesia)
Jum'at, 27 Agustus 2021 16:46 WIB
TOKYO - Dua atlet para renang Indonesia, Syuci Indriani dan Jendi Pangabean terus menjalani latihan untuk tampil di Paralimpiade Tokyo 2020. Kedua atlet tersebut menjalani latihan di Tokyo Aquatics Center, Jepang.

Setelah gagal pada kategori S14 nomor 100 Meter Gaya Kupu-kupu putri, kini Syuci mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri guna tampil di nomor Gaya Dada 100 Meter. Sementara itu, Jendi baru akan melakukan debutnya di Paralimpiade Tokyo 2020 saat akan turun di katagori S9 Gaya Punggung 100 Meter putra.

Latihan Syuci dan Jendi di bawah pengawasan langsung pelatih Dinda Ayu Sekartaji. Mereka kini memasuki tahap latihan pemantapan menjelang lomba.

Pasca kegagalan Syuci di perlombaan pertama, pelatih Dinda telah berbincang dengan Syuci untuk mencari solusi atas kegagalannya itu. “Pada perlombaan pertama, Syuci telah menunjukan penampilan terbaik. Namun sayangnya faktor non-teknis yang menyebabkan Syuci gagal meraih hasil terbaik,” jelas Dinda.

Selain terus latihan untuk semakin mantapkan persiapan, faktor di luar teknis Syuci juga dijaga dengan baik oleh Dinda. “Semangat Syuci harus dijaga dan mood-nya juga harus lebih baik lagi. Fokusnya juga harus dikembalikan lagi supaya instruksi pelatih bisa diterima dengan sempurna,” jelas Dinda.

“Syuci masih tetap semangat untuk berlomba dan ia bertekad untuk bangkit,” tambahnya.

Sementara itu, Jendi Pangabean juga terus melakukan latihan setiap hari di Tokyo Aquatics Center. Selama hampir dua minggu sebelum perlombaan, Jendi menjalani latihan dengan mengikuti program pelatih yang telah disiapkan pelatih.

“Persiapan Jendi sangat baik. Ia terus latihan setiap hari sejak tiba di Tokyo,” kata Dinda. “Dengan adaptasi yang cukup lama dengan cuaca dan kolam renang di Tokyo, semoga Jendi bisa menunjukan penampilan terbaik,” harap Dinda.

Jendi akan memulai lomba pada Senin, 30 Agustus, sedangkan Syuci akan kembali turun pada hari Minggu, 29 Agustus mendatang. ***

wwwwww