Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020

Gagal ke Eksebisi, Riski Konsentrasi ke K-1

Gagal ke Eksebisi, Riski Konsentrasi ke K-1
Muhamad Riski Nurohman (biru)
Minggu, 29 Agustus 2021 16:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
AKARTA - Atlet kickboxing andalan Brebes, Muhamad Riski Nurohman gagal tampil pada pertandingan eksebisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Dalam pertandingan final kelas 51kg Seleksi Atlet Daerah (Selekda) PON XX Jawa Tengah di GOR Sasana Krida Adikarsa Berebes, Minggu (29/8/2021), Baday Kingdom, panggilan akrabnya kalah angka dari Alfi Sylfa Nila Muna dalam pertarungan ketat.

Riski yang memaksa bertarung dalam jarak pendek mengalami kesulitan karena Alfi memiliki jam terbang lebih banyak. Apalagi, Alfi sudah punya segudang pengalaman bertanding di cabang beladiri wushu dan Muaythai. "Ya, saya memang kalah jam terbanga. Alfi memang lebih baik dalam pertandingan final ini," kata Riski yang ditemui usai pertarungan.

"Riski sudah berusaha maksimal tetapi Alfi memang tampil lebih baik karena punya jam terbang lebih banyak dan tampil di berbagai event beladiri nasional," timpal promotor kickboxing profesional, Abdul Rahman yang juga ayahnya Riski.

"Riski memang lawan yang berat. Namun, saya bisa mengatasi dengan lebih agresif melakukan serangan karena bertanding di olahraga amatir sementara Riski masih terbawa gaya pertarungan kickboxing profesional yang lebih banyak memanfaatkan serangan balik," kata Alfi yang didampingi pelatih Sasana Rubelsalu Kendal, Pieter Olin sembari mengungkapkan dirinya memang menekuni beladiri Kickboxing, Muaythai, Wushu dan Mix Martial Arts.

"Saya sengaja memanfaatkan Selekda Kickboxing Jateng ini untuk bisa tampil di pertandingan eksbisi PON XX Papua 2020 karena gagal masuk dalam Tim Wushu Jawa Tengah yang tampil di PON XX Papua 2020," ujar Alfi yang sudah lupa berapa jumlah pertandingan yang diikutinya.

Lantas apa kelanjutan program yang akan disiapkan untuk Riski di kickboxing usai gagal meraih gelar juara dalam Selekda Kickboxing Jateng? Abdul Rahman menjawab,"Riski akan dipersiapkan untuk tampil dalam Kejuaraan K-1 seri kedua yang akan digulirkan Oktober mendatang. Dan, kita akan menyusun program pertandingan bagi Riski menuju jenjang internasional."

Muhamad Riski Nurohman dan Alfi Sylfa Nila Muna. 

Riski yang tercatat sebagai mahasiswa semester ketiga fakultas hukum Universitas Trisakti Jakarta ini mengaku akan terus konsentrasi untuk persiapan memghadapi K-1 seri kedua. Ke depan, dia bertekad untuk bisa menjuarai kickboxing profesional.

"Ya, saya akan terus menjalani latihan untuk tampil di kancah profesional. Dan, saya ingin bisa meraih prestasi lebih baik lagi ke depan," kata Riski yang juga Ketua Pengcab KBI Brebes.

Dengan berakhirnya Selekda ini, kata Ketua II Bidang Prestasi Pengprov KBI Jawa Tengah, Moch Hamid, sudah terpilih lima atlet kickbnoxing Jawa Tengah yang akan tampil dalam pertandingan eksebisi PON XX Papua 2020 yang digelar di Jayapura, Papua, 20-24 September 2021.

Yakni, Dini Alima Sahputri (kelas 48kg putri), Dikta Fiana Wahyu Pertiwi (kelas 52kg putri), Alfi Sylfa Nila Muna (kelas 51kg putra), Alfiandi (Kelas 60kg putra), dan Fakhri Maksi Prayoga (kelas 67kg). "Mereka yang mewakili Tim Kickboxing Jawa Tengah dalam pertandingan eksebisi PON XX Papua itu merupakan juara di Selekda," kata Moch Hamid. ***

wwwwww