DPR Minta Ekosistem Pertanian Menarik Minat Milenial
![]() |
| Ilustrasi milenial dan pertanian. (gambar: ist.) |
"Harus ada solusi terintegrasi. Tak bisa sepotong-sepotong. Jadi harus membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, dari soal modal dan inovasi teknologi hingga soal diversifikasi produk hilir pertanian," kata Gobel dikutip GoNEWS.co, Rabu (1/9/2021).
Gobel mengatakan, pertanian merupakan fondasi ekonomi nasional. Sehingga pertanian merupakan masalah strategis yang harus dijaga. Selain menyerap banyak tenaga kerja, katanya, pertanian dan para petani merupakan penjaga harkat dan martabat bangsa.
"Bahkan di tengah pandemi ini, petani tetap memberi makan kita sebagai bangsa sehingga tidak mengemis ke bangsa lain," katanya.
Akibat perubahan iklim dan terus bertambahnya penduduk dunia, kata Gobel, masa depan dunia bisa terancam oleh krisis pangan. "Jadi, Indonesia yang memiliki lahan yang luas dan subur harus menjadi lumbung pangan dunia," ujarnya.
Ia mengusulkan, agar dilakukan penguatan kelembagaan petani seperti koperasi. Pasalnya, petani Indonesia umumnya masih butuh bantuan permodalan untuk bisa bertani secara modern.
"Produktivitas komoditas juga masih rendah. Ini yang membuat pertanian tidak atraktif secara ekonomi," katanya.
Gobel juga menyarankan agar selalu ada inovasi untuk meningkatkan kualitas bibit, pupuk, dan peralatan pertanian. Gobel bercerita tentang pengalamannya uji coba demplot pertanian padi dengan pupuk non subsidi. "Memang harga pupuknya lebih mahal, tapi hasilnya meningkat dua kali lipat dan keuntungan petani juga naik berlipat. Apalagi jika gabah hasil panen langsung masuk mesin pengering maka kualitas beras menjadi premium dan potensi kehilangan menjadi zero," katanya.
Hal yang tak kalah penting, kata Gobel, adalah diversivikasi produk hilir pertanian. "Jangan hanya menyentuh sisi hulu, tapi juga harus inovasi di hilir. Agar ada nilai tambah," katanya.***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | DKI Jakarta, Kriminal, Nasional |













