Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Paralimpiade Tokyo 2020

Pencapaian Atlet Paralimpiade Melebihi Ekspektasi Kata Menpora Amali

Pencapaian Atlet Paralimpiade Melebihi Ekspektasi Kata Menpora Amali
Menpora Amali (Dok. Kemenpora)
Selasa, 07 September 2021 20:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan kebanggaannya terhadap atlet paralimpiade Indonesia yang berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020.  Bahkan, Amali menyebut, prestasi yang diraih tim Merah Putih melebihi ekspektasi.

“Pencapaian di Paralimpiade Tokyo ini tentu melebihi ekspektasi. Awalnya kami mencanangkan target dalam desain besar olahraga nasional pada Paralimpiade Tokyo ini memperbaiki peringkat saat di Rio De Janeiro Brazil 2016, di Rio kita peringkat tujuh puluh enam,” kata Menpora Amali dalam wawancara virtual dengan Metro TV dari Kemenpora, Jakarta, Selasa (7/9).

Dalam desain besar olahraga nasional atau yang populer dengan sebutan DBON, Menpora Amali berharap ada peningkatan dari sisi peringkat, minimal berada diposisi 60. Namun, dalam perjalanannya, kontingen Indonesia pada Paralimpiade Tokyo mampu menembus peringkat 43 dengan meraih 9 medali dengan rincian 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.

“Dalam kenyataannya, apa yang didapatkan itu melesat jauh keatas apa yang ditargetkan atau yang diharapkan. Tentu ini adalah kerja keras dari semua pihak. Saya lihat semangat dan kegigihan atlet Paralimpiade kita sangat luar biasa. Mereka sudah berlatih dalam pemusatan latihan di Solo,” ujar Menpora Amali.

Lebih lanjut, Menpora Amali meminta mereka untuk mengalihkan fokus ke Paralimpiade Paris 2024 mendatang. Selepas menjalani karantina usai dari Tokyo, para atlet diharap terus bersemangat menjalani latihan di Solo nantinya.

“Kita samakan pembinaan atlet yang Paralimpiade dan Olimpiade. Kita tidak membedakan. Dalam desain besar olahraga nasional, kita memberikan target kepada Paralimpiade dan Olimpiade. Tentu ini dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan serta jangka panjang,” terang Menpora Amali.

“Misalnya ke depan kita akan menghadapi Paralimpiade Paris 2024. Persiapan harus dari sekarang. Jangan menjelang event baru kita kumpulkan atlet. Itu tidak mungkin lagi kita lakukan. Kita harus siapkan sejak dari sekarang. Nanti kita kembalikan mereka ke pelatnas jangka panjang untuk Paralimpiade. Mereka berlatih di Solo karena disana suasana dan lainnya mendukung, sehingga apa yang didapat di Tokyo ini bisa dipertahankan, bahkan kalau bisa ditingkatkan,” tambah Menpora Amali.

Berkaitan dengan apresiasi, Menpora Amali menegaskan pemerintah akan memberi perlakuan yang sama dengan atlet yang berlaga di Olimpiade. Usai menjalani karantina, kontingen Indonesia pada Paralimpiade Tokyo nantinya direncanakan akan diterima Presiden Joko Widodo.

“Ya tentu (apresiasi) sebagaimana biasa perlakuan pemerintah sama untuk atlet Olimpide dan Paralimpiade. Mudah-mudahan Bapak Presiden akan menerima mereka setelah melalui masa karantina,” jelasnya. ***

wwwwww