Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Lestari Moerdijat Yakin Indonesia Bisa Melewati Masa Pandemi Covid-19

Lestari Moerdijat Yakin Indonesia Bisa Melewati Masa Pandemi Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat Sosialisasi Empat Pilar MPR secara virtual di Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (10/9/2021).
Jum'at, 10 September 2021 18:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, meyakini bangsa Indonesia bisa melewati dan sanggup keluar dari masa-masa sulit selama pandemi Covid-19.

"Kita akan tegak berdiri sebagai pemenang. Sehingga suatu hari nanti, kita akan dikenang sebagai sebuah generasi yang mampu melawan pandemi Covid-19," katanya dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (10/9/2021).

Turut berbicara sebagai narasumber dalam sosialisasi ini Amelia Anggraini (tokoh perempuan) dan dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika (tokoh pemuda).

Menurut Lestari Moerdijat, pandemi Covid-19 bukanlah pandemi yang pertama. Sejarah mencatat sejak dulu, bahkan pada abad pertengahan, dunia sudah mengalami pandemi sejumlah penyakit Menghadapi pandemi itu manusia bisa bertahan dan menyesuaikan diri dengan cara hidup yang berbeda.

Lestari Moerdijat, yang hadir secara daring itu, menambahkan para ahli mengatakan Covid-19 akan menjadi endemi dan tidak pernah hilang sama sekali. Sama seperti flu, manusia akan hidup bersama Covid-19.

"Kita bekerja keras melawan pandemi ini. Kita siap menjalani norma-norma baru yang melahirkan kenormalan baru. Kita siap berjuang untuk terus maju," kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat.

Rerie mengungkapkan sampai dengan awal September 2021, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah melampaui 4,1 juta kasus dengan korban meninggal melebihi 130 ribu orang. Jumlah kasus tertinggi pernah terjadi pada 15 Juli 2021, yaitu sebanyak 56.757 kasus dalam sehari.

"Alhamdulillah dengan kerja keras pemerintah, dan masyarakat, kita berhasil menurunkan jumlah kasus positif Covid-19 secara signifikan," ujarnya.

Dalam konteks kebangsaan Rerie menjelaskan di tengah situasi krisis multidimensi dan ancaman kebangsaan, bangsa Indonesia harus menghadapi pandemi Covid-19.

Meski demikian Rerie mengatakan empat konsensus kebangsaan (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika), harus menjadi acuan karena konsensus kebangsaan telah teruji dari berbagai krisis sejak awal negara ini.

"Seyogyanya (situasi krisis dan pandemi) ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Kita harus yakin hanya dengan bersatu kita bisa menghadapi tantangan," kata Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Nasdem ini.

Empat konsensus kebangsaan itu, ujarnya, adalah nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan.

Dalam empat konsensus kebangsaan antara lain ada nilai gotong royong, solidaritas dan kolaborasi, bersatu dalam kebinekaan, saling menghormati, memiliki rasa persatuan dan kesatuan, rasa kebersamaan dan tolong menolong, rasa peduli dalam bermasyarakat dan bernegara.

"Pengamalan nilai-nilai dalam empat konsensus kebangsaan kita itu kini sedang diuji saat bangsa ini menghadapi tantangan seperti pandemi Covid-19," ujarnya.***

wwwwww