Telan Angggaran Rp6 Miliar, Komisi X DPR Desak Nadiem dan Stafsus Batalkan Renovasi Ruang Kerjanya
![]() |
| Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim. (Foto: Istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menyiapkan anggaran senilai Rp 6,5 miliar untuk renovasi ruang kerja Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim hingga ruang kerja stafsus menteri.
Merespon hal itu, Komisi X DPR angkat bicara. Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai kebutuhan itu tidak urgen. "Nggak urgen menurut saya ya, setahu saya kantor kementerian masih cukup lah nya untuk dipakai walaupun belom direnov dalam tempo lama," kata Syaiful, kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).
Huda meminta Kemendikbud Ristek untuk melakukan penghematan. Dia juga meminta anggaran itu dibatalkan.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi. Ia mengingatkan, agar renovasi tersebut sesuai aturan dan prioritas pendidikan ke masyarakat tetap dilaksanakan.
"Selama sesuai aturan, dan prioritas utama pendidikan ke masyarakat tetap dilaksanakan," katanya lewat pesan singkat, Jumat (10/9).
Menurutnya, urusan renovasi tersebut tidak dibicarakan di Komisi X. Dia bilang, ada alokasi kebutuhan kerja Kementerian dari Kesekjenan Kemendikbud Ristek. "Komisi X tidak sampai kepada satuan 3 kegiatan yang dilakukan pemerintah. Itu urusan internal pemerintah tentunya," ucapnya.
Politisi Demokrat ini menyebut, Komisi X DPR tetap fokus mengawal kebijakan pendidikan dari Kemendikbud Ristek. Komisi X DPR sendiri merupakan mitra kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. "Komisi X tetap fokus mengawal kebijakan pendidikan untuk masyarakat," pungkasnya.
Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi berencana merenovasi ruang kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Total biaya renovasi yang dikeluarkan sebesar Rp 6 miliar lebih.
Hal itu terungkap dari lpse.kemdikbud.go.id. Dari situs itu disebutkan penataan ruang kerja dan ruang rapat gedung A. Nilai pagu paket sebesar Rp 6.500.000.000 dan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp 5.391.858.505. Satuan kerja dalam hal ini adalah biro umum dan pengadaan barang dan jasa.
Dilihat dari file PDF mengenai rencana renovasi ruang menteri. Di PDF 6 halaman tersebut, tertulis bagian ruangan yang akan di renovasi. Di antaranya ruang private atau ruang Nadiem, semi private, ruang public dan service.
Irjen Kemendikbud Catharina Girsang mengaku belum mengetahui terkait renovasi ruangan Nadiem tersebut. Menurutnya, banyak ruangan di gedung Kemendikbud. "Maaf saya tidak tahu jika ada ruangan yang direnov karena ruangannya juga banyak," ucapnya lewat pesan, Kamis (9/9).
Sementara, Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud Nizam juga tidak mengetahui perihal renovasi itu. Dia bilang, hal tersebut merupakan ranah biro umum. "Wah saya malah gak tau. Itu di biro umum," singkatnya.
Sedangkan, Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikbud Triyantoro belum merespons soal renovasi itu. Dia hanya membaca pesan ketika ditanyakan mengenai hal tersebut.
Sementara itu, Staf Khusus Nadiem, Hamid Muhammad menolak menjawab soal renovasi ruang Menteri Nadiem yang memakan biaya sampai Rp5 miliar tersebut. Dia mengganggap, hal tersebut tidak substansif.
"Kalau mau tanya, tanyakan hal-hal yang sifatnya substantif. Kebijakan, program dan sasaran kinerja yang dicapai dan yang tidak. Itupun harus tanya ke eselon I atau eselon II yang memegang program tersebut," katanya.
Sebagaimana diketahui, Kemendikbud-Ristek menyiapkan anggaran senilai Rp 6,5 miliar untuk renovasi ruang kerja Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim hingga ruang kerja stafsus menteri. Renovasi itu dilakukan untuk menindaklanjuti Perpres 62 Tahun 2021.***
| Kategori | : | Olympic, Umum, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta |













