Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
19 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
22 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Bali United Rayu Handri Satrya Santosa

Bali United Rayu Handri Satrya Santosa
Handri Satrya Santosa (Dok. iblindonesia)
Selasa, 14 September 2021 12:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
DENPASAR - Bali United Basketball Club kembali merayu pemain Pulau Dewata. Handri Satrya Santosa untuk kembali ke belantara liga basket profesional Indonesia. Pemain yang sempat pensiun setelah membawa Stapac Jakarta menjadi juara Indonesia Basketball League (IBL) 2018-2019.

Tepat setelah Stapac juara, Handri menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Esa Unggul. Namun musim itu menjadi musim yang sulit. Handri cedera meniscus saat bertanding di IBL 3x3 2018. Dia naik meja operasi bulan Oktober 2018, dan harus menjalani masa pemulihan empat bulan. Dia semakin sulit menyesuaikan diri dengan tim, lantaran baru bergabung di pertengahan musim.

Meski tidak punya kontribusi besar karena cedera, Handri masih bisa mencetak 6,0 PPG selama rata-rata 4 menit di lapangan. Akhirnya setelah merasakan manisnya gelar juara terakhir Stapac, Handri memutuskan pensiun. Tampaknya istirahat dua musim, ditambah dengan kehadiran Bali United di liga profesional, berhasil meyakinkan Handri untuk kembali. Di sisi lain, Bali United butuh pemain yang punya kecepatan dan pengalaman seperti Handri. Dia dan Ponsianus Nyoman Indrawan bakal membuat roster Bali United makin menakutkan.

Handri merupakan putra asli Bali. Dia dulu bersekolah di SMA 1 Denpasar. Bakat basketnya dikembangkan melalui klub Merpati Bali, yang lebih dikenal sebagai klub putri. Namun klub yang berdomisili di kawasan Denpasar tersebut memang punya pembinaan basket putra dan putri yang bagus. Semasa masih sekolah Handri pernah mengantarkan tim DBL Indonesia Selection menjadi juara turnamen di Malaysia tahun 2010. Ia kemudian masuk ke Stapac di usia 19 tahun.

Misi Bali United perlahan-lahan mulai terwujud. Mereka berhasil membuat tim yang bisa menjadi wadah bagi putra daerah untuk tampil di liga profesional. Harapannya ke depan semakin banyak pemain Bali yang bisa berkiprah menjadi atlet profesional. ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww