Lestari Moerdijat Ajak Kaum Perempuan Berani Mengambil Peran dan Terjun ke Politik
![]() |
| Seminar Nasional dengan tema 'Kontribusi Perempuan Politik Dalam Membangun Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 16 September 2021. (foto: Istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta agar kaum perempuan berani mengambil peran dan berani membawa perubahan. Demikian diungkapkan Rerie panggilan akrab Lesatri Moerdijat saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional dengan tema 'Kontribusi Perempuan Politik Dalam Membangun Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 16 September 2021.
Lestari Moerdijat mengatakan era reformasi telah memberi ruang baru untuk kaum perempuan agar bisa berpartisipasi dalam bidang politik. "Ada sejumlah undang-undang yang mengharuskan kehadiran kaum perempuan," tuturnya.
Diakuinya, harus ada kesadaran yang perlu diformalkan dalam berpolitik bagi kaum perempuan. Kehadiran mereka dalam semua diskursus yang ada dikatakan tidak hanya dalam tataran kesetaraan namun untuk memberi afirmasi kepada perempuan agar hadir dalam semua bidang kehidupan.
Menurut Politisi Partai Nasdem ini, perempuan harus masuk dalam sistem agar perempuan dapat memperjuangkan apa yang menjadi pilihannya. "Kaum perempuan harus mempunyai visi bersama untuk meningkatkan peran perempuan di bidang politik," ujarnya.
Peran perempuan dalam politik menurut ibu yang akrab dipanggil Mbak Ririe itu tidak perlu diragukan sebab sudah banyak perempuan di Indonesia dari dulu hingga saat ini mampu menyelesaikan persoalan-persoalan. "Karena kaum perempuan memiliki kemampuan," tegasnya.
Kemampuan kaum perempuan yang bisa keluar dari berbagai tantangan inilah yang membuat mereka mampu sebagai kelompok pendobrak tembok penghalang yang ada di hadapannya. "Saya mengajak seluruh perempuan Indonesia mengambil peran dan berani membawa perubahan," tegasnya.
Disampaikan pesan harus ada tekad pada 2024, keterwakilan perempuan di parlemen harus terisi penuh. "Ini bukan hanya sekadar syarat yang diberikan kepada partai politik dalam melakukan pencalonan tetapi betul-betul memberi tempat bagi perempuan untuk menjadi wakil rakyat di parlemen," tukasnya.
Dalam perjuangan kaum perempuan, diakui masih ada selubung-selubung budaya, tradisi, bahkan dibalut dengan agama yang cenderung membatasi peran perempuan. "Inilah menjadi tugas kita untuk mendobrak," paparnya.
Diungkapkan dulu ada persepsi bahwa kaum perempuan ‘konco wiking’ yang tugasnya hanya mengurus masalah rumah tangga atau domestik. Untuk itu Lestari Moerdijat mengatakan kaum perempuan harus memiliki kesamaan pikiran yang menjadi suatu gerakan. Gerakan bersama dan berjuang bersama. Ruang politik yang diberikan kepada kaum perempuan menurutnya harus mampu memberikan dan menawarkan nilai, manfaat, dan hasil bagi kaum perempuan. "Kita harus bisa menjelaskan manfaat bila kaum perempuan menapaki bidang politik," tuturnya.
Partisipasi perempuan dalam politik khususnya dalam pengambilan keputusan, menurut Lestari Moerdijat sesungguhnya menjadi ukuran bagaimana demokrasi berjalan. Kaum perempuan dikatakan harus bisa menyampaikan bahwa partisipasinya dalam politik adalah keharusan. "Perempuan dalam politik bisa menjadi pengawal dalam diskusi politik," paparnya.
Dari semua pemaparan yang ada, Lestari Moerdijat mengajak kepada kaum perempuan melepaskan sekat-sekat yang ada dan bersatu, bersama, untuk menyuarakan kepentingan perempuan agar kaum ini dapat berkontribusi membangun Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.
Hadir juga sebagai pembicara laninya yakni, anggota MPR Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin, anggota MPR Fraksi PKS Dr. Netty Prasetiyani dan anggota MPR dari Kelompok DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas serta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.***
| Kategori | : | Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta |













