Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  PON

Gus Muhaimin: Siapa pun Presidennya Wajib Memajukan Pesantren

Gus Muhaimin: Siapa pun Presidennya Wajib Memajukan Pesantren
Wakil Ketua DPR RI/Ketum PKB, Gus Muhaimin di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Jawa Barat, Jumat, 17 September 2021. (foto: pkb)
Sabtu, 18 September 2021 14:02 WIB
CIREBON - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin dalam suatu dialog di Cirebon, Jumat (17/9/2021), menyatakan pentingnya perhatian pemerintah pada pesantren.

"Siapapun presidennya kalau mau memajukan Indonesia wajib hukumnya memajukan pesantren," kata Gus Muhaimin dikutip GoNEWS.co dari rilis yang diterima Sabtu (18/9/2021).

Ia meyakini, Indonesia akan maju di bawah kaum santri. Kata Dia, "Kalau santri maju maka majulah Indonesia. Kalau santri tertinggal, Indonesia pun akan tertinggal,".

Peran dunia santri bagi Indonesia, lanjut Gus Muhaimin, telah terbukti dengan peristiwa bersejarah, Resolusi Jihad. Ini adalah bukti peran ulama dan pesantren untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Tapi kemajuan Indonesia bukan soal perhatian pemerintah pada pesantren saja, kalangan santri juga harus bangkit menjadi motor penggerak, terlebih di masa pandemi yang menimbulkan banyak kesulitan. Bertolak pada sejarah Resolusi Jihad, Gus Muhaimin menyakini kalangan pesantren mampu menjadi motor penggerak perubahan.

Gus Imin menjelaskan, saat kebanyakan orang tengah tidak berdaya lantaran pandemi, nilai-nilai dunia pesantren utamanya nilai ahlussunnah bisa menjadi model alternatif baru untuk dunia yang lebih baik, lebih maju dan aman sehingga Indonesia menjadi negeri yang tentram dan sejahtera.

"Ini kesempatan dan terbuka luas ketika semua sedang tidak berdaya. Kaum santri harus berdaya. Santri harus menjadi motor pembaharuan dan kemajuan," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Kriminal, Jawa Barat
wwwwww