Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Pandemi Mendorong Peningkatan Pemasukan Sektor Kesehatan Digital

Pandemi Mendorong Peningkatan Pemasukan Sektor Kesehatan Digital
Ilustrasi layanan kesehatan digital di gawai. (foto: gojek.com)
Minggu, 19 September 2021 08:35 WIB
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia (RI), Mira Tayyiba dalam Pelantikan Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi (Predigti), Sabtu (18/9/2021), bicara mengenai peningkatan pemasukan sektor digital kesehatan.

Pemasukan sektor digital kesehatan Indonesia pada 2022, sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari Gatra, Minggu (19/9/2021), diperkirakan mencapai Rp10.1 triliun. Angka tersebut naik pesat dibanding tahun 2017 yang hanya Rp883 miliar.

Mira Tayyiba mengatakan, peningkatan ini tak lepas dari potret kesehatan digital Indonesia dimana pengguna internet di Indonesia mencapai 202.6 juta orang. Sedangkan pascapandemi Covid-19 diprediksi terjadi lonjakan cukup besar, yaitu 37% yang sebagian besar merupakan pengguna baru.

"Kalau melihat data yang ada, diprediksi pengguna jasa telemedicine dalam lima tahun ke depan terjadi lonjakan 109% di Asia Pasifik. Ini adalah peluang yang luar biasa," kata Mira.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:gatra.com
Kategori:Voli, Nasional, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww