Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Selesaikan Kekisruhan Laut Natuna Utara, Momentum Bagi Yudo Margono Membuktikan Layak jadi Panglima TNI

Selesaikan Kekisruhan Laut Natuna Utara, Momentum Bagi Yudo Margono Membuktikan Layak jadi Panglima TNI
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam sesi wawancara dengan Wartawan. (Foto: Istimewa)
Selasa, 21 September 2021 01:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono diminta turun tangan menghadapi persoalan di perairan Natuna Utara atau Laut Cina Selatan. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi ketegangan di laut lepas zona ekonomi eksklusif (ZEE) tersebut.

Pasalnya, persoalan di Natuna Utara disinyalir bakal mempengaruhi elektabilitasnya jika KSAL tidak melakukan andil besar dalam konflik di Laut Cina Selatan itu.

Anggota Komisi I DPR RI Farhan menyampaikan, Laksamana Yudo perlu memanfaatkan apa yang terjadi di laut lepas zona ekonomi eksklusif (ZEE) ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan jiwa kepemimpinannya di Angkatan Laut.

"Kan dulu wakktu jadi panglima Kogabwilhan I itu kan berhasil mengerahkan pasukan dari berbagai angkatan. Tiga angkatan bergerak memberikan mnuver=menuver untuk meredam kapal-kapal itu nah sekarang beliau harus melakukan lagi dengan KSAL tentu dengan kewenangan yang lebih tinggi," ujarnya, Senin (20/9/2021).

“Tapi pertanyaannya cuman satu sekarang. Mampukah beliau juga melakukan diplomasi terhadap angkatan laut Cina sebagai upaya yang dilakukan Indonesia meredakan ketegangan di wilayah,” kata Farhan bertanya.

Berbeda dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andhika Perkasa yang sudah berhasil melobi Amerika untuk bekerja sama hingga terbentuknya Garuda Shield. Hal ini perlu dicontoh Laksamana Yudo Margono jika ingin berhasil di Natuna Utara.

"Kita pengen lihat, eh tar dulu nih calon panglima mampu enggak melakukan diplomasi, Pak Andika udah mampu melakukan diplomasi itu berbaik-baik dia dengan Amerika, dengan Garuda Shield sudah sukses, nah yang ini gimana?,” imbuh Farhan.***

wwwwww