Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bamsoet Apresiasi Profesi Tenaga Kesehatan Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Bamsoet Apresiasi Profesi Tenaga Kesehatan Sebagai Pahlawan Kemanusiaan
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)
Rabu, 22 September 2021 10:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasi besar kepada tenaga kesehatan sebagai profesi yang sangat mulia. Nilai kemuliaan profesi tenaga kesehatan terlihat dari besarnya pengorbanan yang diberikan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Memilih tenaga kesehatan sebagai profesi adalah panggilan jiwa, yang tidak semua orang dapat merasakannya.

"Dibutuhkan kejernihan hati nurani untuk dapat merasakan kebahagiaan yang tidak terukur, ketika kita dapat membantu meringankan beban penderitaan orang lain. Berbahagialah kalian, yang nantinya akan mempunyai kesempatan untuk mengabdikan diri sebagai pejuang dan pahlawan bagi kemanusiaan," ujar Bamsoet dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIKES Mitra Ria Husada, secara virtual di Jakarta, Rabu (22/9/21)

Turut hadir antara lain Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Pembina Yayasan Karya Bhakti Ria Pembangunan Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Karya Bhakti Ria Pembangunan Efin Soehada, Komandan Skadron Pendidikan (SKADIK) 504 Letkol. Kes. Seno Hadi, dan Dosen Universitas Trilogi Mulyono D. Prawiro.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR RIvini turut menyampaikan duka cita mendalam sekaligus penghormatan terhadap para tenaga kesehatan yang gugur dalam perang menghadapi badai pandemi Covid-19. Tercatat hingga 21 September 2021, sebanyak 2.032 jiwa tenaga kesehatan telah gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

"Kenyataan bahwa ribuan tenaga kesehatan telah gugur sepanjang pandemi Covid-19, sementara kita belum tahu kapan pandemi akan berakhir, mengisyaratkan bahwa kita membutuhkan lebih banyak lagi tenaga kesehatan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, baik di masa pandemi saat ini, maupun di masa yang akan datang. Kebutuhan ini nyata, karena pelayanan kesehatan sampai kapan pun akan selalu dibutuhkan, mengingat bahwa kesehatan adalah hak dasar rakyat yang wajib dipenuhi negara," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menekankan, tujuan diselenggarakannya PKKMB adalah untuk membekali para mahasiswa baru agar menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter dan mempunyai wawasan kebangsaan. Senantiasa menjaga jati diri ke-Indonesiaan, memiliki jiwa solidaritas dan gotong royong, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebersamaan, serta mencintai tanah air dan almamater.

"Pembentukan karakter ini penting ditanamkan sedini mungkin pada saat masa orientasi kampus. Tujuannya, agar setiap mahasiswa menyadari betul, bahwa di samping memiliki kompetensi dan kualitas keilmuan yang memadai, karakter dan mentalitas akan menjadi faktor penting yang akan menentukan peran dan kontribusi mereka sebagai sumberdaya manusia pembangunan," urai Bamsoet.

Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menambahkan, para mahasiswa baru patut bersyukur, selain membangun kecerdasaan intelektual, STIKES Mitra Ria Husada juga mendidik mahasiswa untuk mengedepankan etika bersosial secara luas. STIKES Mitra Ria Husada telah lama dikenal sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan tidak saja cerdas secara kognitif, tetapi juga santun dan berbudi luhur.

"Sebagai salah satu STIKES terbaik di Indonesia, visi yang diusung STIKES Mitra Ria Husada adalah mencetak lulusan yang unggul di bidang manajemen dan pelayanan kesehatan, berintegritas, dan berjiwa kewirausahaan. Apa pun program studi yang dipilih, pada saatnya nanti, keilmuan, pengetahuan, dan keterampilan yang kalian dapatkan, akan dibutuhkan oleh masyarakat dan negara," pungkas Bamsoet.***

wwwwww